Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Disbudpar: Pelaksanaan Tradisi Mapag Sri Jaga Warisan Budaya Cirebon

📅 Selasa, 17 Jun 2025, 19:02 WIB | Oleh:
Disbudpar: Pelaksanaan Tradisi Mapag Sri Jaga Warisan Budaya Cirebon Doc: ANTARA/Fathnur Rohman
Ket. Suasana pementasan wayang kulit dalam pelaksanaan tradisi Mapag Sri di Cirebon, Jawa Barat, Selasa (17/6).

CIREBON - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (Jabar), menyebut tradisi Mapag Sri yang digelar oleh masyarakat di Desa Guwa Lor sebagai bentuk nyata pelestarian budaya lokal yang terus dijaga dan dikembangkan.

Sekretaris Disbudpar Kabupaten Cirebon Amin Mughni di Cirebon, Selasa (17/6), mengatakan tradisi Mapag Sri merupakan agenda tahunan yang erat kaitannya dengan ritual adat setelah dilaksanakannya panen raya padi di wilayah tersebut.

Selain itu ia menuturkan seni pertunjukan seperti wayang kulit dalam tradisi Mapag Sri juga memiliki akar historis kuat.

Menurutnya, cerita dan konsep wayang banyak digagas oleh para wali sanga, terutama Sunan Kalijaga, yang kemudian diteruskan oleh Sunan Gunung Jati dalam dakwahnya di Cirebon.

"Ini bentuk pelestarian budaya yang ada di Kabupaten Cirebon. Salah satunya melalui pagelaran wayang kulit dalam Mapag Sri,” katanya.

Oleh karena itu pihaknya sangat mendukung pelaksanaan kegiatan seperti ini di desa-desa, termasuk di wilayah pesisir Kabupaten Cirebon.

Amin menyampaikan kegiatan budaya seperti nadran atau sedekah laut, hingga pagelaran tari dan seni lokal lainnya saat ini tengah kembali digalakkan.

"Kami ingin anak cucu kita tidak melupakan kekayaan budaya yang dimiliki Cirebon. Ini perlu pengembangan, pelestarian, hingga revitalisasi secara terus-menerus," ujarnya.

Ia mengatakan ada beberapa kesenian yang kini mulai kembali dipentaskan lagi di Kabupaten Cirebon, seperti Wayang Golek Purwa, Tari Topeng, Tari Serimpi, Angklung Bungko, reog, hingga Ronggeng Bugis.

Sementara itu Kuwu (Kepala Desa) Guwa Lor Maksudi menjelaskan tradisi Mapag Sri yang digelar hari ini merupakan bentuk rasa syukur atas datangnya musim panen, sekaligus doa agar hasil pertanian lebih baik.

"Wayang kulit kami gelar siang dan malam. Siangnya cerita pertanian, malamnya pesan moral soal etika hidup bermasyarakat dan tata krama kepada orang tua," katanya.

Ia menuturkan hasil panen tahun ini sempat mengalami penurunan akibat keterlambatan masa tanam dan serangan hama, namun hasilnya masih tergolong cukup tinggi dibandingkan desa sekitar.

"Biasanya bisa 5-6 ton per bau (petak sawah), sekarang turun jadi 4,5 ton. Tapi dibanding desa lain, panen kami masih yang tertinggi," katanya.

Melalui tradisi ini, Maksudi berharap semangat gotong royong masyarakat tetap terjaga, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya dan nilai-nilai kehidupan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.