Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Petani Menjerit, Cianjur dan Kementan Tergopoh-gopoh Bantu Panen Gagal

📅 Senin, 16 Jun 2025, 23:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Petani Menjerit, Cianjur dan Kementan Tergopoh-gopoh Bantu Panen Gagal Doc: ANTARA/Ahmad Fikri.
Ket. Puluhan hektar lahan padi di tujuh desa di Kecamatan Karangtengah, Cianjur, Jawa Barat, gagal panen akibat diserang hama wereng.

CIANJUR – Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bersama Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan kepada petani yang mengalami gagal panen akibat serangan hama wereng di Kecamatan Karangtengah, berupa bibit dan pupuk.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Cianjur, Dandan Hendayana di Cianjur, Senin (16/6), mengatakan sekitar 10 hektare lahan pertanian padi di tujuh desa di Kecamatan Karangtengah mengalami gagal panen dan 80 hektare lainnya masih terancam.

"Lahan seluas 10 hektare tersebar di tujuh desa seperti Langensari, Sukamantri, Hegarmanah, Sukamanah, Sukamulya, Sukasari dan Maleber, rata-rata tanaman padi yang diserang hama wereng berusia 85-95 hari, sehingga gagal panen," katanya.

Sedangkan tanaman padi yang terancam sekitar 80 hektare terletak secara acak di tujuh desa yang sama, sehingga pihaknya mengajukan kompensasi ke Dirjen Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian agar mendapat bantuan bibit dan pupuk serta bantuan lainnya.

Bahkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian untuk melakukan kunjungan lapangan guna memastikan penyebab merebaknya hama wereng serta memberikan solusi pada para petani di kecamatan tersebut.

"Kami juga sedang menghitung berapa jumlah petani yang gagal panen dan kompensasi atau bantuan yang akan diberikan, pastinya bukan dalam bentuk uang, tapi bibit, pupuk dan bantuan lainnya, harapan kami pekan ini sudah dapat disalurkan," kata dia.

Sedangkan bantuan dari pemerintah daerah segera dialokasikan cadangan benih yang ketika sudah melalui proses bantuan penggantian, termasuk saat ini pihaknya sedang melakukan pemeriksaan dan pendataan lahan sawah di Kecamatan Cilaku dan Sukaluyu yang juga diserang hama.

Dia menuturkan hama wereng yang menyerang tanaman padi para petani di sejumlah kecamatan mengambil cairan inti tanaman padi, sehingga padi tidak tumbuh dengan baik alias kerdil, daun menguning dan mati.

"Petugas Unit Pelaksana Teknis (PUPT) diminta untuk melakukan antisipasi gejala dini terhadap serangan hama wereng agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas ke 80 hektare lahan padi yang terancam, dan menjalar ke kecamatan terdekat," katanya.

Selama ini, tambah dia, sudah menjadi rutinitas pihaknya melalui tenaga penyuluh lapangan untuk melakukan proses antisipasi dan pengendalian hama penyakit dengan penyemprotan, atau perlindungan terhadap tanaman, termasuk pencegahan dengan melakukan penyiangan secara teratur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

33 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.