Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ternyata Tak Harus Pakai Uang Real, Di Pasar Al Balad, Jeddah Rupiah Juga Laku Lho

📅 Minggu, 15 Jun 2025, 19:16 WIB | Oleh:

Meski demikian, daripada belanja di Makkah atau Madinah, belanja di Pasar Al Balad tetap lebih menguntungkan karena hampir semua pemilik dan karyawan toko bisa berbahasa Indonesia.

Sementara itu, Maria Assegaf, seorang hajjah asal Semarang mengaku mendapatkan harga murah saat beli abaya untuk diberikan kepada kerabat dan teman-temannya saat pulang haji nanti.

"Harganya miring di banding dengan toko-toko besar. Satu abaya dapat harga 100 sampai 200 real aja," katanya.

Selain abaya, dia juga membeli parfum dengan harga lebih murah.

Dia memberikan tips agar berani tawar menawar harga. Harga 180 real bisa ditawar dan dilepas dengan 90 atau 100 real.

"Ternyata banyak orang Arab juga bisa berbahasa Indonesia. Memang sih bisa pakai rupiah tapi saya tidak gak pakai real aja," katanya.

Kawasan bersejarah

Pasar Al Balad atau Balad yang menjadi tujuan belanja jamaah haji di atas telah menjadi kawasan bersejarah di Jeddah. Al Balad telah ada sejak abad ke-7 dan menjadi pelabuhan penting untuk perdagangan internasional.

Kawasan ini juga dikenal dengan arsitektur tradisionalnya, bangunan bersejarah, dan masjid-masjid kuno.

Al-Balad, termasuk Pasar Al Balad, telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO karena nilai sejarah dan budayanya yang kaya. Pemerintah Saudi Arabia telah melakukan upaya pelestarian untuk menjaga keaslian dan keindahan kawasan ini.

Jadinya, selain berbelanja, pengunjung dapat menikmati deretan bangunan tua yang tetap dijaga kelestariannya oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Dengan keunikan tadi, yakni penggunaan Bahasa Indonesia, rupiah, dan kawasan kota tua, maka pasar ini menjadi salah satu tempat favorit bagi jamaah haji, umroh, atau wisatawan asal Indonesia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.