Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ternyata Tak Harus Pakai Uang Real, Di Pasar Al Balad, Jeddah Rupiah Juga Laku Lho

📅 Minggu, 15 Jun 2025, 19:16 WIB | Oleh:
Ternyata Tak Harus Pakai Uang Real, Di Pasar Al Balad, Jeddah Rupiah Juga Laku Lho Doc: ANTARA/Santoso
Ket. Salah satu sudut Pasar Al Balad, Kota Jeddah, Arab Saudi.

JEDDAH - Entah karena lapar atau karena saking enaknya, belasan porsi nasi padang yang terhampar di tiga meja itu ludes. Tinggal tulang, sisa sambal, butiran nasi, dan sisa kuah santan yang tersisa di piring.

"Bosan nih. Sudah dua minggu masakan Arab mulu," kata Hardi, seorang haji dari Indonesia yang saat itu memesan nasi padang dengan kikil tunjang.

Seorang pelayan datang membawa aneka minuman dingin yang telah dipesan.

"Es teh lemon Pak," kata pelayan itu sambil menaruh minuman di atas meja sebelah Hardi.

Di meja lain, beberapa orang pengunjung dari Indonesia juga menikmati nasi padang.

Meski di dinding luar restoran itu tertulis "Masakan Padang Matahari", tapi suasana makan itu bukan di Padang, Jakarta atau di wilayah Indonesia. Restoran itu ada di kawasan Pasar Al Balad, Kota Jeddah, Arab Saudi.

Di dalam restoran, dua pelayan sangat fasih berbahasa Indonesia saat melayani belasan haji yang sedang mampir di Pasar Al Balad, pekan lalu.

Tidak hanya di tulisan "Masakan Padang Matahari", deretan toko-toko lainnya juga menampilkan kata-kata dalam Bahasa Indonesia, baik tulisan nama toko atau nama barang yang dijual dalam toko.

Tulisan "Wong Solo, Indonesian Restaurant" atau "Toko Gani Murah" juga cukup mencolok dipajang sebagai nama toko. Di deretan toko lainnya juga ada tulisan "disini ada bakso", "kopi susu", atau "teh hitam".

Tidak hanya kuliner, aneka toko baju, kue, suvenir atau oleh-oleh juga penuh dengan "Indonesia". Jika ada orang Indonesia masuk toko lalu berbicara Bahasa Indonesia, pelayan atau pemilik toko langsung menyapa dalam Bahasa Indonesia.

Jika pemilik kurang mengerti Bahasa Indonesia, dia akan memanggil karyawan yang bisa berbahasa Indonesia agar pembeli nyaman dan bisa tawar menawar.

Yang dimaksud dengan bisa berbahasa Indonesia itu ternyata tidak selalu orang Indonesia atau setidaknya pernah tinggal di Indonesia. Karyawan dari negara Bangladesh atau Pakistan juga lancar berbahasa Indonesia.

"Gantungan kunci, sebiji dua real. Kalau selusin 20 real aja, kakak. Lebih murah beli lusinan," kata pelayanan toko suvenir asal Bangladesh kepada seorang calon pembeli.

Rupiah
Seorang bos toko baju berkata bahwa dia menerima mata uang rupiah sebagai alat pembayaran. "Baju ini silahkan ambil. 100 ribuan saja kalau pakai rupiah," kata si bos itu.

Safir, seorang haji dari Jakarta yang mampir ke Pasar Al Balad mengatakan salah satu keunggulan pasar itu bagi warga negara Indonesia, termasuk jamaah haji dan umroh, adalah bisa menggunakan mata uang Rupiah sebagai alat tukar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.