Tatjana Maria Kejutkan Keys, Tantang Anisimova di Final Queen’s Club
📅 Minggu, 15 Jun 2025, 09:27 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
LONDON, INGGRIS – Petenis veteran asal Jerman, Tatjana Maria, kembali mencuri perhatian dunia tenis dengan menumbangkan juara Australian Open 2024, Madison Keys, lewat kemenangan 6-3, 7-6(3) dalam semifinal Queen’s Club, Sabtu (15/6) waktu setempat. Kemenangan itu mengantar Maria ke partai puncak, dia akan menghadapi petenis Amerika Serikat Amanda Anisimova.
Turnamen Queen’s Club tahun ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya dalam 52 tahun kembali menggelar nomor putri, dan Maria yang harus melewati babak kualifikasi karena kini berada di peringkat 86 dunia, menjadikannya panggung cerita pribadi.
Petenis berusia 37 tahun, yang merupakan ibu dari dua anak, sebelumnya mengejutkan banyak pihak dengan menyingkirkan juara Wimbledon 2022, Elena Rybakina, di perempat final. Kini, ia kembali tampil impresif dengan permainan slice yang penuh variasi untuk menaklukkan Keys, salah satu favorit juara.
“Saya tidak percaya ini nyata. Ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Saya tidak bisa meminta turnamen yang lebih baik dari ini,” ujar Maria dengan mata berbinar, seraya merayakan bersama suami dan anak sulungnya, Charlotte, sementara putri bungsunya, Cecilia, tetap terlelap di kereta bayi.
Maria, yang pernah menembus semifinal Wimbledon 2022, belum pernah lolos dari babak kedua di Grand Slam lain. Namun, penampilannya di atas rumput kembali menunjukkan bahwa ia adalah ancaman serius di permukaan cepat ini. “Saya pernah mengalami banyak naik-turun, tapi saya tidak pernah berhenti. Saya mencintai tenis dan hidup untuk momen-momen seperti ini,” tuturnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di final, Maria akan menghadapi Amanda Anisimova, unggulan ke-15 dunia, yang mengalahkan unggulan pertama Zheng Qinwen 6-2, 4-6, 6-4. Bagi Anisimova, ini menjadi momen kebangkitan setelah bertahun-tahun bergelut dengan tekanan dan gangguan mental akibat ekspektasi tinggi sejak remaja.
Petenis berdarah Russia-Amerika itu sempat vakum selama delapan bulan karena mengalami depresi. Dalam wawancaranya dengan The Guardian Mei lalu, Anisimova mengaku sempat merasa "tidak manusiawi" karena dipaksa terus tampil di tengah tekanan berat sejak remaja. “Saya rasa saya butuh waktu untuk menyegarkan pikiran. Kini saya kembali dan siap untuk bertarung,” katanya.
Setelah sempat terlempar dari 400 besar, Anisimova bangkit dan menjuarai Qatar Open Februari lalu. Kini, ia hanya tinggal satu kemenangan lagi dari gelar WTA kedua dalam kariernya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, kekalahan Madison Keys menjadi pukulan bagi persiapan jelang Wimbledon, yang akan dimulai 30 Juni mendatang di All England Club. Setelah menjuarai Grand Slam pertamanya di Melbourne awal tahun ini dan mencapai perempat final di Roland Garros, hasil di Queen’s ini tentu mengecewakan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!