Perum Bulog Wamena Sebut Stok Beras Papua Pegunungan Capai 11 Ton
📅 Selasa, 19 Mei 2026, 12:07 WIB | Oleh: Tim PenulisWAMENA – Kantor Cabang Perum Bulog Wamena, Kabupaten Jayawijaya menyebut stok beras saat ini untuk wilayah Papua Pegunungan dan Papua Tengah kurang lebih sebanyak 11 ton.
Kantor Cabang Perum Bulog Wamena menangani beras diantaranya Kabupaten Jayawijaya, Lanny Jaya, Tolikara, Mamberamo Tengah, Yalimo, Nduga, Papua Pegunungan dan Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah.
Kepala Kantor Cabang Perum Bulog Wamena, Dedi Rahman, di Wamena, Selasa (19/5), mengatakan stok yang ada di gudang saat ini kurang lebih 11 ton.
“Stok beras yang ada di gudang Bulog Wamena saat ini sangatlah terbatas, hanya 11 ton dan ini sangat kurang untuk dapat melayani tujuh kabupaten di wilayah Papua Pegunungan dan Papua Tengah,” katanya.
Menurut dia, dengan kondisi beras seperti ini maka tidak dapat bertahan dalam hitungan Minggu maupun bulan untuk melayani masyarakat maupun aparatur sipil negara (ASN) otonomi, vertikal maupun TNI-Polri.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami pada dasarnya Bulog Wamena hanya penerima pengiriman beras dari Bulog Jayapura dan Timika. Dan selama tidak ada pengiriman maka ketersediaan beras terbatas,” ujarnya.
Dia menjelaskan terkendalanya pengiriman beras ke Wamena yakni peningkatan biaya angkut karena melonjaknya harga avtur dan pemeliharaan atau maintenance dari perusahaan maskapai penerbangan rute Jayapura-Wamena, Timika-Wamena.
“Tentu dengan hambatan itu maka mengalami kendala dalam penyediaan beras bagi ASN otonom, vertikal, TNI-Polri dan masyarakat di tujuh wilayah kerja di Papua Pegunungan dan Papua Tengah,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menambahkan apabila pengiriman beras lancar maka kebutuhan untuk tujuh daerah di Papua Pegunungan dan Papua Tengah dapat dipastikan aman untuk dua hingga tiga bulan ke depan.
“Dalam pengiriman normal biasanya per hari beras yang dikirim dari luar Wamena bisa tiga hingga empat kali penerbangan atau flight. Sudah ada rencana pengiriman kalau ditotal secara keseluruhan mencapai 2.000 ton, tetapi belum terealisasi,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!