Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dukung Skalabilitas Cerdas, Oradian dan Aftech Gelar Expert Lab

📅 Minggu, 15 Jun 2025, 20:44 WIB | Oleh:
Dukung Skalabilitas Cerdas, Oradian dan Aftech Gelar Expert Lab Doc: Oradian
Ket. Sesi Expert Lab bertajuk Scaling Smart: Building a Connected, Compliant, and Future-Ready Financial Ecosystem, yang diadakan Oradian bersama Aftech.

JAKARTA – Penyedia perangkat lunak core-banking berbasis cloud Oradian, secara resmi memasuki pasar Indonesia dan pada Mei 2025. Kehadirannya disambut sebagai salah satu anggota internasional pertama Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech).

Dalam rangka kolaborasi kemitraan ini, Oradian dan Aftech bersama-sama menyelenggarakan kegiatan Expert Lab bertema “Scaling Smart: Building a Connected, Compliant, and Future-Ready Financial Ecosystem.”

Acara tersebut mempertemukan para pemangku kepentingan dari sektor perbankan dan fintech untuk berbagi wawasan strategis, mendorong transformasi digital yang berkelanjutan, menyelaraskan inovasi dengan regulasi, serta memperkuat sinergi dalam ekosistem keuangan di Indonesia.

Sektor keuangan di Indonesia tengah mengalami ekspansi digital yang pesat. Pada tahun 2024, nilai transaksi bruto (Gross Transaction Value) pembayaran digital tumbuh sebesar 19% secara tahunan, didorong oleh adopsi QRIS yang terstandarisasi serta penggunaan dompet digital.

Bank Indonesia melaporkan peningkatan penggunaan QRIS sebesar 226% pada periode yang sama, dengan lebih dari 50 juta pengguna dan 32 juta merchant yang telah bergabung hingga tahun 2024.

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal II Aftech Saat Prihartono, menegaskan, penyedia layanan keuangan, seperti bank, tekfin (teknologi finansial), dan pemain ekonomi digital lainnya, saat ini terus bersinergi untuk menyediakan layanan yang lebih cepat dan tanpa hambatan dalam memenuhi perkembangan regulasi. Untuk selalu mengikuti perkembangan, para penyedia layanan jasa keuangan harus terus berinovasi bersama dengan para pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem keuangan digital.

“Lingkungan ini membuat kolaborasi antar lembaga keuangan menjadi lebih penting dari sebelumnya. Oleh karena itu, Aftech secara aktif membangun kemitraan dengan pemangku kepentingan lokal dan internasional, dan kami dengan senang hati menyambut Oradian sebagai salah satu anggota internasional pertama kami,” ujar dia dalam siaran per pada hari Rabu (12/6).

Sepanjang sesi Expert Lab menyoroti tema utama yang konsisten dan berulang, yaitu transformasi digital tidak lagi sekadar menjadi tantangan teknologi, melainkan telah berkembang menjadi tantangan ekosistem secara keseluruhan.

Dalam menghadapi dinamika ini, penyedia layanan keuangan perlu meninjau kembali model operasional mereka, menyelaraskan inovasi dengan regulasi, serta membangun sistem yang mudah diperluas dan tetap aman dalam mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Untuk mewujudkan hal ini, dibutuhkan kolaborasi erat antara perbankan, fintech, regulator, dan penyedia teknologi sebagai upaya untuk membangun landasan bagi pertumbuhan yang berkelanjutan, kepatuhan, dan ketahanan jangka panjang.

Dengan pengalaman luas di pasar berkembang, Oradian menghadirkan kapabilitas yang telah terbukti dalam mendukung lembaga keuangan untuk berkembang secara efisien dan sesuai regulasi. Melalui ekspansi resmi ke Indonesia, Oradian berkomitmen untuk mendorong transformasi digital melalui kemitraan strategis serta solusi perbankan inti berbasis cloud yang fleksibel.

“Saya telah menyadari betapa teknologi benar-benar dapat membuka potensi sejati. Sebagai contoh, ada salah satu klien kami di Filipina. Ketika kami bertemu dengan mereka, mereka hanya memiliki sekitar 100 cabang dan telah beroperasi selama sekitar 40 tahun,” ungkap Oradian Chief Executive Officer Antonio Separovic.

“Dalam waktu singkat, dengan memanfaatkan cloud dan beberapa keunggulan teknologi, hari ini mereka telah memiliki lebih dari 700 cabang. Jadi, dari 100 menjadi 700 cabang, mereka mengalami pertumbuhan yang signifikan di daerah perkotaan, serta fleksibilitas untuk mengelola operasional yang mendukung kesuksesan mereka dengan menggunakan teknologi cloud,” imbuhnya.

Mewakili sektor perbankan, Dedy Sahat, CIMB Niaga EVP – Head of Digital Economy, menekankan pentingnya untuk melakukan transformasi. Dari sudut pandang pengalaman nasabah, kompatibilitas yang mulus dengan sistem yang sudah ada juga menjadi kunci.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

46 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.