Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sinergi UMKM dan Industri Besar: Pilar Baru Perekonomian Berdaya Saing

📅 Jumat, 13 Jun 2025, 23:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sinergi UMKM dan Industri Besar: Pilar Baru Perekonomian Berdaya Saing Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

JAKARTA - Memperkuat konektivitas antara UMKM dan industri besar sangat penting karena dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing UMKM, dan menciptakan lapangan kerja. 

Konektivitas ini juga membantu UMKM mengakses pasar, informasi, sumber daya, dan teknologi yang lebih luas, serta mendukung keberlanjutan bisnis jangka panjang. 

Deputi Bidang Usaha Menengah, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Bagus Rachman menyatakan Kementerian UMKM terus berupaya memperkuat konektivitas antara UMKM dengan industri besar melalui skema holding UMKM atau kemitraan rantai pasok.

Bagus mengatakan saat ini UMKM Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti akses permodalan yang terbatas, sumber daya manusia (SDM) yang belum optimal, kelemahan dalam promosi, dan kurangnya dukungan infrastruktur.

"Untuk itu kami membangun ekosistem kemitraan bisnis UMKM berbasis klaster dengan industri besar yang kami sebut holding UMKM," kata Bagus dalam acara Diplomat Success Challenge (DSC), di Jakarta, Jumat (13/6).

Bagus menerangkan skema kemitraan rantai pasok diharapkan bisa meningkatkan skala ekonomi, kapasitas pengelolaan usaha, jangkauan pasar produk, dan akses pembiayaan bagi UMKM.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi dan kolaborasi pemerintah juga sangat penting untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang tangguh.

"Pemerintah berperan menyiapkan regulasi, membangun infrastruktur, dan mendukung melalui kebijakan, sementara swasta berperan dalam melakukan inovasi, investasi, dan pengembangan teknologi," kata Bagus.

Bagus juga mengapresiasi komitmen sejumlah pihak pendukung, termasuk salah satunya Wismilak Foundation dalam memajukan pengusaha UMKM Indonesia melalui program DSC.

"DSC menjadi platform untuk mempertemukan talenta kreatif dengan peluang usaha serta mendukung kolaborasi dan inovasi dalam bidang pariwisata," ujarnya menambahkan.

Senada dengan itu, Founding Father dan Ketua Dewan Komisioner DSC Surjanto Yasaputera mengatakan kolaborasi DSC dengan banyak pihak eksternal merupakan inisiasi untuk menjawab tantangan ekonomi Indonesia saat ini.

Menurutnya, DSC berkomitmen menjadi penggerak munculnya kolaborasi, serta berdampak bagi sektor ekonomi dan usaha dalam negeri.

"Beragamnya tantangan ekonomi Indonesia saat ini menjadikan semangat kolaborasi bukan sekadar kata-kata, tetapi menjadi fondasi bagi terciptanya solusi inovatif di masa depan," ujar Surjanto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

19 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.