Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Holding UMKM Akan Dibentuk, Pemerintah Kini Identifikasi Usaha Menengah Potensial

📅 Jumat, 13 Jun 2025, 18:28 WIB | Oleh:
Holding UMKM Akan Dibentuk, Pemerintah Kini Identifikasi Usaha Menengah Potensial Doc: antara foto
Ket. Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman.

JAKARTA - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tengah kini tengah mengidentifikasi usaha-usaha menengah di seluruh Indonesia yang berpotensi menjadi operator dalam skema holding UMKM berbasis klaster.

Inisiatif ini merupakan bagian integral dari strategi besar Kementerian UMKM untuk memperkuat kemitraan rantai pasok antara UMKM dan usaha besar.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman, menekankan bahwa konsep holding UMKM ini bukan berarti menggabungkan UMKM ke dalam satu perusahaan besar. Sebaliknya, ini adalah sebuah kemitraan rantai pasok yang menghubungkan UMKM dengan usaha besar. Untuk mewujudkannya, peran usaha menengah menjadi sangat krusial.

“Kami sudah bersurat ke seluruh dinas provinsi untuk mengidentifikasi usaha menengah yang menurut Badan Pusat Statistik jumlahnya sekitar 60 ribuan. Usaha menengah ini akan jadi operator holding UMKM berbasis klaster,” ujar dia di Jakarta, Jumat (13/6).

Lebih lanjut, Bagus mengatakan holding UMKM ini akan beroperasi berdasarkan klaster di 10 sektor prioritas yang telah ditetapkan. Sebagai contoh, sektor kelautan dan perikanan sudah menjadi piloting awal, dan sektor pertanian akan menyusul.

Usaha menengah yang teridentifikasi akan menjadi penggerak di klaster-klaster tersebut, mencakup berbagai bidang, seperti pangan, kuliner, pariwisata, hingga supply chain industri otomotif.

Bagus menyebut holding UMKM ini memiliki empat fungsi utama, yakni sebagai fasilitator akses pembiayaan, holding ini juga akan berperan sebagai agregator (pengumpul produk/jasa UMKM), inkubator (pembina dan pengembang UMKM), serta pemasar dan distributor.

"Kalau ini terjadi, berarti kan usaha menengah penting nih, untuk bisa menarik usaha kecil terhubung dengan rantai pasok," kata dia lagi.

Meskipun tantangan yang dihadapi tidak sedikit, Bagus optimistis dapat mereplikasi model-model kemitraan yang sukses seperti industri otomotif, dengan merek-merek besar tidak bekerja sendiri; mereka terhubung dengan pemasok di berbagai tingkatan.

Ia berharap identifikasi usaha menengah sebagai operator holding UMKM berbasis klaster ini dapat menciptakan role model di setiap sektor, yang nantinya bisa direplikasi ke seluruh daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”
    Preview komentar:
    Layanan pusat bantuan Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
    Layanan pusat bantuan Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
  • Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan
    Preview komentar:
    Layanan bebas pulsa Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
    Layanan bebas pulsa Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
  • Night at Museum Ajak Generasi Muda Pelajari Sejarah dan Budaya dalam Suasana Eksklusif
    Preview komentar:
    Layanan WhatsApp Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
    Layanan WhatsApp Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Nasional
Menkes Dorong Dokter Indone...

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

53 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Ekonomi
Harga BBM Pertamina, Shell,...
Megapolitan
Tabrakan Beruntun di Tol Se...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.