Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Loyo, Tertular Sentimen Negatif Asia

📅 Kamis, 12 Jun 2025, 23:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Loyo, Tertular Sentimen Negatif Asia Doc: ANTARA FOTOAprillio AkbarYU
Ket. Karyawan berjalan dengan latar belakang layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (12/6) sore, ditutup turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia.

IHSG ditutup melemah 18,09 poin atau 0,25 persen ke posisi 7.204,37. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,59 poin atau 0,32 persen ke posisi 807,88.

“Pelemahan IHSG juga tidak mengherankan, apalagi dengan rilis data indeks kepercayaan konsumen yang melemah tajam di bulan Mei,” ujar Fixed Income and Macro Strategist Mega Capital Indonesia LIonel Priyadi di Jakarta.

Dari mancanegara pada Rabu (11/06), Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan mengirim surat kepada negara mitra dagang dalam waktu satu atau dua minggu untuk menetapkan tarif perdagangan secara sepihak.

Komentar ini muncul menjelang akan berakhirnya masa penangguhan 90 hari dari implementasi tarif timbal-balik (reciprocal tariff) pada tanggal 9 Juli.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan bahwa pemerintahan Trump mungkin akan memperpanjang jeda tarif 90 hari bagi beberapa negara untuk melanjutkan negosiasi perdagangan.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor meningkat dimana sektor sektor transportasi & logistik paling tinggi yaitu 1,15 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor industri yang masing-masing naik sebesar 0,19 persen dan 0,11 persen.

Sedangkan delapan sektor terkoreksi yaitu paling dalam sektor teknologi minus 1,24 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor barang baku yang masing-masing turun sebesar 0,72 persen dan 0,69 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu JATI, KRAS, IKAN, KOPI, dan SMBR. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni MPXL, BAIK, MLPT, PGAS, dan UNIQ.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.415.015 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 29,46 miliar lembar saham senilai Rp13,75 triliun. Sebanyak 272 saham naik, 311 saham menurun, dan 233 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 260,19 poin atau 0,68 persen ke 38.161,00, indeks Hang Seng melemah 331,56 poin atau 1,36 persen ke 24.035,48, indeks Shanghai menguat 0,34 poin atau 0,01 persen ke 3.402,78, dan indeks Strait Times melemah 0,38 poin atau 0,01 persen ke 3.918,11.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

49 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

52 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.