Menbud Dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan Sesepuh Masyarakat Tengger
📅 Rabu, 11 Jun 2025, 13:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
PROBOLINGGO – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, dikukuhkan sebagai warga kehormatan sesepuh masyarakat Tengger dalam malam resepsi Yadnya Kasada yang digelar di Pendapa Agung Desa Ngadisari, Kabupaten Probolinggo.
"Yadnya Kasada merupakan momen sakral bagi masyarakat Tengger," kata Bupati Probolinggo Mohammad Haris dalam keterangan tertulis yang diterima di kabupaten setempat, Rabu (11/6).
Sejumlah pejabat yang dikukuhkan sebagai warga kehormatan sesepuh masyarakat Tengger, di antaranya Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Bupati Probolinggo Mohammad Haris, Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ, dan Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha.
"Sangat penting untuk menjaga kelestarian budaya dan alam serta menghormati bumi, air dan api sebagai bagian dari ajaran adat Tengger,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Haris menyerahkan surat keputusan (SK) Bupati Tentang Penetapan, Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Tengger kepada Dukun Pandhita.
Sebaiknya Anda baca juga:
Prosesi pengukuhan warga kehormatan sesepuh masyarakat Tengger itu ditandai dengan pemasangan selendang kuning oleh Dukun Pandhita didampingi oleh tokoh adat masyarakat Tengger.
"Budaya Tengger adalah mutiara berharga yang harus dijaga dan dilestarikan, sehingga pihaknya berharap agar budaya Tengger dapat menjadi daya tarik wisata yang mendunia, menggabungkan antara pelestarian budaya dan potensi pariwisata kawasan Gunung Bromo," katanya.
Sementara Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan Yadnya Kasada adalah contoh nyata bagaimana budaya dapat menjadi kekuatan yang berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya menilai bahwa Indonesia memiliki mega diversity dalam hal kebudayaan, yang menjadi kekuatan untuk merajut perbedaan dan memperkokoh jati diri bangsa," katanya.
Resepsi Yadnya Kasada itu juga dimeriahkan dengan Tari Remo dan puncaknya ditampilkan Sendra Tari Roro Anteng dan Joko Seger yang menceritakan asal muasal Warga Tengger yang ada di kawasan Gunung Bromo.
Kegiatan juga dimeriahkan dengan pameran produk UMKM lokal, seperti kerajinan bambu, batik dan makanan olahan. Hal itu bertujuan untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk lokal kepada pengunjung dan wisatawan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!