Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekjen PBB: Jangan Biarkan Laut Dalam Jadi Arena 'Wild West'

📅 Selasa, 10 Jun 2025, 05:14 WIB | Oleh:

Presiden Macron mengatakan sekitar 50 negara telah meratifikasi perjanjian tersebut dan 15 negara lainnya telah secara resmi berkomitmen untuk bergabung dengan mereka.

"Hal ini memungkinkan kita untuk mengatakan bahwa perjanjian laut lepas akan dilaksanakan," kata dia.

Komitmen lainnya diharapkan pada Senin di Nice, di mana sekitar 60 kepala negara dan pemerintahan telah bergabung dengan ribuan pemimpin bisnis, ilmuwan, dan aktivis masyarakat sipil.

Pada Senin, Kerajaan Inggris diperkirakan akan mengumumkan larangan sebagian terhadap penangkapan ikan dengan pukat dasar di setengah dari kawasan perlindungan lautnya, sehingga menjadikan metode penangkapan ikan yang merusak itu sebagai salah satu agenda utama KTT.

Penangkapan ikan dengan pukat dasar melibatkan jaring ikan besar yang tanpa pandang bulu menyeret dasar laut, sebuah proses yang mengejutkan terekam dalam sebuah film dokumenter baru-baru ini oleh naturalis Inggris, David Attenborough.

Presiden Macron mengatakan pada Sabtu (7/6) lalu bahwa Prancis akan membatasi penangkapan ikan dengan pukat harimau di beberapa wilayah perlindungan lautnya, tetapi dikritik oleh kelompok lingkungan karena tidak bertindak cukup jauh.

Aksi Nyata

Pada Minggu (8/6), Menteri Lingkungan Hidup Prancis, Agnes Pannier-Runacher, mengisyaratkan bakal adanya pengumuman penting di Nice tentang pembentukan kawasan perlindungan laut baru.

Pemimpin Samoa pekan lalu mengumumkan bahwa 30 persen perairan nasionalnya akan dilindungi dengan pembentukan sembilan taman laut.

Hanya 8 persen lautan global yang ditetapkan untuk konservasi laut, meskipun ada target yang disepakati secara global untuk mencapai cakupan 30 persen pada tahun 2030.

Namun, hanya sedikit yang dianggap benar-benar dilindungi, karena beberapa negara hampir tidak memberlakukan aturan apa pun terkait hal yang dilarang di zona perairan atau tidak memiliki dana untuk menegakkan peraturan apa pun.

Negara-negara akan menghadapi seruan untuk mengeluarkan dana yang hilang untuk perlindungan laut.

Negara-negara kepulauan kecil diperkirakan akan hadir dalam jumlah banyak di pertemuan puncak itu untuk menuntut dana dan dukungan politik guna menanggulangi naiknya permukaan air laut, sampah laut, dan penjarahan stok ikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.