Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pariwisata Labuan Bajo Disorot, Gubernur Dorong Perbaikan Pengelolaan

📅 Minggu, 08 Jun 2025, 12:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pariwisata Labuan Bajo Disorot, Gubernur Dorong Perbaikan Pengelolaan Doc: Antara
Ket. Wisatawan mengabadikan momen saat bertemu dengan seekor Komodo (Veranus Komodoensis) yang sedang berjemur di Pulau Komodo, Taman Nasional (TN) Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), beberapa waktu lalu.

Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur Melkiades Laka Lena mengatakan bahwa tata kelola sektor pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat harus diperbaiki agar tidak terjadi lagi kasus-kasus penipuan terhadap wisatawan di kemudian hari.

“Semua kejadian buruk yg terjadi termasuk di sektor pariwisata menjadi cambuk untuk semua pihak dan tata kelolanya  harus segera diperbaiki  sehingga tidak terjadi hal yang sama di kemudian hari,” katanya di Kupang, Minggu (8/6).

Hal ini disampaikannya ketika menanggapi kasus penipuan yang dilakukan oleh agen perjalanan Gratio Tour terhadap 20 wisatawan termasuk 13 warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat di Labuan Bajo, Manggarai Barat pekan lalu.

Menurut dia, kejadian penipuan terhadap wisatawan seperti yang terjadi Labuan Bajo tentunya mencoreng sektor pariwisata di NTT.

Dia mengatakan bahwa seharusnya kejadian seperti itu tidak terjadi jika sektor pariwisata dikelola dengan baik.

Karena itu menurut dia pencegahan terkait hal ini harus dilakukan secara pararel dengan peningkatan kapasitas teknis moral dan integritas pelaku pariwisata hingga penegakan hukum bagi siapa saja yang bertindak di luar ketentuan.

“Perlu ada penegakan hukum bagi siapa saja yang bertindak di luar ketentuan,” ujar dia.

Sementara itu Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia atau Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Nusa Tenggara Timur dalam keterangannya  menyatakan bahwa agen perjalanan yang melakukan penipuan itu tidak terdaftar resmi.

Ketua DPD Asita NTT, Oyan Kristian, mengatakan agen travel tersebut sudah sering melakukan penipuan terhadap wisatawan di daerah tersebut.

Menurut dia perlu adanya fungsi kontrol sehingga kejadian tersebut tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.