Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Para Pemimpin Dunia Hadiri KTT PBB di Prancis untuk Mengatasi Krisis Lautan, Trump Tak Kirim Delegasi

📅 Minggu, 08 Jun 2025, 10:40 WIB | Oleh:
Para Pemimpin Dunia Hadiri KTT PBB di Prancis untuk Mengatasi Krisis Lautan, Trump Tak Kirim Delegasi  Doc: AFP
Ket. Konferensi Kelautan PBB berupaya memperkuat perlindungan global terhadap lautan dunia yang dieksploitasi secara berlebihan dan tercemar, serta semua yang bergantung pada laut

NICE - Para pemimpin dunia berkumpul di French Riviera, Nice, Prancis pada hari Minggu (8/6) menjelang pertemuan puncak tingkat tinggi guna mengatasi krisis yang semakin dalam di lautan yang disebabkan oleh penangkapan ikan yang berlebihan, perubahan iklim, dan polusi.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan lautan menghadapi "keadaan darurat" dan para pemimpin yang berkumpul di Nice akan mendapat tekanan untuk memberikan komitmen dana yang sangat dibutuhkan dan perlindungan yang lebih kuat bagi lautan yang sedang sakit dan orang-orang yang bergantung pada laut.

Konferensi Kelautan PBB harus berupaya memperbaiki keadaan saat negara-negara berselisih mengenai penambangan laut dalam, sampah plastik, dan penangkapan ikan eksploitatif, dengan latar belakang ketegangan geopolitik yang lebih luas.

Sekitar 50 kepala negara dan pemerintahan diperkirakan hadir, termasuk Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dan mitranya dari Argentina Javier Milei.

Pada hari Minggu, Presiden Prancis Emmanuel Macron diperkirakan akan berlayar ke Nice dari Monako, di mana ia menghadiri acara terkait yang bertujuan untuk mengumpulkan modal swasta bagi konservasi laut.

Ia akan bergabung dengan kapal-kapal lain di Laut Mediterania yang berkilauan dalam parade maritim penuh warna, sebelum mengunjungi pusat pameran di daratan yang diubah menjadi perut paus yang luas.

Malam harinya, Macron akan menjamu para pemimpin untuk makan malam ikan Mediterania menjelang pembukaan resmi pertemuan puncak pada hari Senin.

Demonstrasi damai diperkirakan akan berlangsung selama acara lima hari tersebut dan Prancis telah mengerahkan 5.000 polisi ke kota yang terdaftar sebagai warisan budaya itu, tempat para ilmuwan, pemimpin bisnis, dan aktivis lingkungan juga hadir dalam jumlah besar.

Kehadiran yang besar juga diharapkan dari negara-negara Kepulauan Pasifik, yang delegasinya akan menuntut bantuan keuangan yang lebih besar untuk menanggulangi kenaikan permukaan laut, sampah laut, dan penjarahan hasil perikanan yang mengancam kelangsungan hidup mereka.

Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump -- yang baru-baru ini mendorong percepatan penambangan dasar laut di perairan internasional yang memicu kemarahan global -- diperkirakan tidak akan mengirimkan delegasi.

Kemauan Politik 

Para pegiat konservasi telah memperingatkan bahwa pertemuan puncak tersebut -- yang tidak akan menghasilkan perjanjian yang mengikat secara hukum -- berisiko menjadi ajang diskusi kecuali para pemimpin datang dengan proposal konkret untuk memulihkan kesehatan laut.

Yang paling utama adalah mengamankan pendanaan yang hilang untuk perlindungan 30 persen lautan dunia pada tahun 2030, sebuah target yang disepakati secara global.

"Kita telah menciptakan semacam mitos bahwa pemerintah tidak punya uang untuk konservasi laut," kata Brian O'Donnell, direktur Campaign for Nature, kepada wartawan. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Filipina Gagas Pendirian Fo...
PEMILIHAN UMUM

Peru Gelar Pemilihan Presiden

54 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Peru Gelar Pemilihan Presiden
Luar Negeri
Presiden Korsel Nominasikan...
Luar Negeri
Korut Pantang Mundur dari P...
Megapolitan
Tukik Merangkak di Hari Lin...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.