- Home
-
- Luar Negeri
-
- ispace Jepang Batalkan Mis...
ispace Jepang Batalkan Misi ke Bulan Setelah Terjadi Pendaratan Darurat
Sabtu, 07 Jun 2025, 08:16 WIBTOKYO - Harapan Jepang untuk mencapai pendaratan lunak pertamanya di Bulan oleh perusahaan swasta pupus pada hari Jumat (6/6) ketika misi tersebut dibatalkan setelah diduga terjadi pendaratan darurat, kata perusahaan rintisan itu.
ispace yang berkantor pusat di Tokyo berharap membuat sejarah sebagai perusahaan swasta ketiga â dan yang pertama di luar Amerika Serikat â yang mencapai permukaan Bulan.
Namun "berdasarkan data yang tersedia saat ini... diasumsikan bahwa wahana pendarat tersebut kemungkinan melakukan pendaratan keras", kata perusahaan rintisan itu.
"Tidak mungkin komunikasi dengan wahana pendarat itu bisa dipulihkan" jadi "telah diputuskan untuk mengakhiri misi tersebut", kata ispace dalam sebuah pernyataan.
Kegagalan ini terjadi dua tahun setelah misi sebelumnya berakhir dengan kecelakaan.
Pesawat ruang angkasa Resilience tak berawak milik perusahaan itu memulai penurunan terakhirnya yang menakutkan dan "berhasil menyalakan mesin utamanya seperti yang direncanakan untuk memulai perlambatan", kata ispace pada hari Jumat.
Kontrol misi mengkonfirmasi bahwa posisi pendarat itu "hampir vertikal" â tetapi kontak kemudian hilang, suasana pada siaran langsung dari kontrol misi berubah suram.
Masalah teknis menyebabkan "pendarat tidak dapat melambat secara memadai untuk mencapai kecepatan yang dibutuhkan untuk pendaratan di bulan yang direncanakan", kata ispace.
Sampai saat ini, hanya lima negara yang telah berhasil melakukan pendaratan lunak di bulan: Uni Soviet, Amerika Serikat, Tiongkok, India, dan yang terbaru Jepang.
Kini, perusahaan swasta turut serta dalam perlombaan, menjanjikan akses ke luar angkasa yang lebih murah dan lebih sering.
Di wahana pendarat Resilience terdapat beberapa muatan yang menonjol, termasuk Tenacious, penjelajah mikro buatan Luksemburg; elektroliser air untuk memecah molekul menjadi hidrogen dan oksigen; eksperimen produksi pangan; dan wahana radiasi luar angkasa.
Penjelajah itu juga membawa "Moonhouse" â model rumah kecil yang dirancang oleh seniman Swedia Mikael Genberg.
"Saya menanggapi serius fakta bahwa upaya kedua gagal mendarat," kata CEO Takeshi Hakamada kepada wartawan.
"Tetapi yang paling penting adalah menggunakan hasil ini" untuk misi-misi di masa mendatang, katanya, menggambarkan "keinginan kuat untuk terus maju, meskipun kita harus menganalisis dengan hati-hati apa yang terjadi".
Tahun lalu, Intuitive Machines yang berpusat di Houston menjadi perusahaan swasta pertama yang mencapai Bulan.
Meskipun pendarat tanpa awaknya mendarat pada sudut yang aneh, ia masih berhasil menyelesaikan pengujian dan mengirimkan foto.
Kemudian pada bulan Maret tahun ini, Blue Ghost milik Firefly Aerospace â diluncurkan pada roket SpaceX yang sama dengan Resilience milik ispace â berhasil melakukan pendaratan di Bulan.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Berpotensi Melemah Lanjutan, 9 Januari 2026
-
Menkeu Tegaskan Harga BBM Subsidi Tak Naik dan Tetap Stabil
-
Kasih Solusi Win-Win untuk Tantangan Ekonomi dan Lingkungan, FTUI Dorong Pemanfaatan Aspal Daur Ulang dalam Pemeliharaan Jalan Nasional
-
Siapa Dr. Arkham? Di Balik Rumor Peran Brad Pitt Sebagai Antagonis dalam The Batman 2
-
Sekolah Rakyat Banjarbaru Siapkan Siswa untuk Olimpiade Sains Nasional
-
Ribuan Orang Ditangkap dalam Aksi Protes Nasional di Iran
-
Padang, Yogyakarta, Palu, Makassar dan Riau Hari Ini Dilanda Hujan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.