Kasih Solusi Win-Win untuk Tantangan Ekonomi dan Lingkungan, FTUI Dorong Pemanfaatan Aspal Daur Ulang dalam Pemeliharaan Jalan Nasional

Selasa, 06 Jan 2026, 17:30 WIB

DEPOK – Pemanfaatan teknologi aspal daur ulang adalah komponen kunci dari konstruksi jalan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, menawarkan solusi win-win untuk tantangan ekonomi dan lingkungan.

Aspal daur ulang secara signifikan mengurangi kebutuhan akan bahan baku baru (agregat dan aspal murni/bitumen), yang mengarah pada penghematan biaya produksi yang substansial untuk proyek pembangunan jalan.

Ket. Foto: Pekerja melakukan pengaspalan jalan yang menggunakan aspal berbahan baku plastik di Lingkungan Pabrik PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk., di Banten. — Sumber: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Pemanfaatan aspal daur ulang dapat mengurangi permintaan agregat baru sehingga lebih sedikit penambangan batu dan pengerukan. Dengan begitu, aktivitas tersebut dapat membantu melestarikan bentang alam dan habitat alami

Doktor Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTSL FTUI), Hermon Frederik Tambunan, menghadirkan pendekatan baru dalam pemeliharaan infrastruktur jalan melalui pemanfaatan teknologi aspal daur ulang.

Di tengah kebutuhan pemeliharaan jaringan jalan nasional yang sangat luas dan besarnya beban pembiayaan infrastruktur dari APBN dan APBD, riset Hermon menawarkan alternatif strategi pemeliharaan yang sejalan dengan agenda transisi hijau, mendorong efisiensi anggaran, serta mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi aspal daur ulang mampu memberikan efisiensi material yang signifikan, dengan penghematan agregat hingga sekitar 60 persen serta pengurangan penggunaan aspal mencapai lebih dari 46 persen, tergantung pada tingkat degradasi material. Dalam horizon analisis 20 tahun, strategi ini menghasilkan life cycle cost yang lebih rendah dibandingkan metode pemeliharaan konvensional,” jelas Hermon di Kampus UI Depok, Selasa (6/1).

Penelitian tersebut dituangkan Hermon pada disertasinya yang berjudul Optimasi Strategi Pemeliharaan Jalan Berbasis Model Degradasi Bahan dan Analisis Umur Layanan Probabilistik pada Teknologi Aspal Daur Ulang.

Pada paparannya, Hermon menjelaskan bahwa pemeliharaan jalan selama ini kerap membutuhkan biaya besar dan belum sepenuhnya berbasis pada kondisi aktual perkerasan.

Penelitian ini mengembangkan pendekatan pemeliharaan yang mengintegrasikan model degradasi bahan, kinerja mekanis perkerasan, serta simulasi probabilistik umur layanan, yakni metode prediksi umur pakai jalan berbasis berbagai skenario kondisi, untuk menentukan waktu dan strategi pemeliharaan yang paling efektif.

Selain efisiensi biaya konstruksi dan pemeliharaan, pendekatan ini juga memberikan manfaat tidak langsung bagi masyarakat. Penelitian mencatat adanya penurunan vehicle operating cost (VOC) atau biaya operasional kendaraan bagi pengguna jalan hingga sekitar 10–12 persen, seiring dengan meningkatnya kualitas dan kestabilan perkerasan jalan.

Kinerja perkerasan yang lebih baik juga berkontribusi pada peningkatan umur layanan jalan serta pengurangan frekuensi pekerjaan pemeliharaan.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia Kemas Ridwan Kurniawan menilai penelitian ini relevan dengan tantangan pengelolaan infrastruktur transportasi nasional.

“Pendekatan yang dikembangkan dalam disertasi ini berpotensi diterapkan dalam praktik manajemen infrastruktur jalan. Ke depan, kajian ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mengukur manfaat yang lebih luas, termasuk efisiensi anggaran pemeliharaan dan dampak lingkungan,” ujarnya.

  • aspal daur ulang

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.