Mendukbangga Tekankan Pentingnya Lansia Berdaya Hadapi Tantangan Kesepian

Rabu, 04 Jun 2025, 02:50 WIB

JAKARTA - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji, menegaskan pentingnya memberdayakan lansia agar tetap aktif dan bahagia. Salah satu tantangan terbesar lansia adalah kesepian, sehingga pemerintah menciptakan program aktivitas yang bermakna.

“Mayoritas lansia di Indonesia menghadapi kesepian karena ditinggal anak atau pasangan dalam waktu lama. Maka mereka butuh aktivitas yang bisa membuat tetap semangat,” ujar Wihaji dalam kegiatan Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-29 Tahun 2025: Lansia Bahagia Indonesia Sejahtera, di Jakarta, Selasa (3/6).

Ket. Foto: Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji — Sumber: RRI/Tsalisa

Menurut dia program lansia berdaya dirancang untuk memberi ruang partisipasi dan aktivitas pada kelompok usia di atas 60 tahun. Pemerintah menekankan pentingnya kegiatan yang melibatkan lansia, seperti sekolah lansia dan kelompok bina lansia.

“Sekolah lansia dan kelompok lansia interventor menjadi solusi agar para lansia punya kegiatan yang konsisten. Ini penting agar mereka tidak merasa sendiri,” kata dia.

Wihaji menjelaskan, kegiatan ini tak hanya memberi manfaat psikologis tapi juga memperkuat hubungan sosial dan solidaritas antar lansia. Pemerintah berharap setiap daerah mendukung kegiatan lansia berdaya melalui sinergi lintas sektor.

“Harapannya para lansia tak merasa ditinggalkan oleh keluarga atau masyarakat. Mereka tetap merasa berguna,” ucap dia.

Dengan populasi lansia diprediksi mencapai 20 persen pada 2045, peran lansia dalam pembangunan tak boleh diabaikan. Pemerintah ingin lansia bukan beban, melainkan subjek aktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi nasional. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.