Guru Besar Unair Paparkan Bukti Ilmiah Manfaat Bekam dalam Dunia Medis
Jumat, 23 Mei 2025, 09:58 WIBSURABAYA â Guru Besar Fakultas Kedokteran (FK) Unuversitas Airlangga (Unair), Imam Subadi pada Kamis (22/5), memaparkan berbagai bukti ilmiah yang membuktikan manfaat terapi bekam pada kesehatan. Ia menyebut dalam dunia kesehatan, posisi bekam sebagai pengobatan alternatif masih menjadi suatu perdebatan. Padahal, banyak penelitian mulai menunjukkan potensi manfaatnya.Â
Â
Guru Besar Bidang Ilmu Traumatic Brain Injury, Nyeri, dan Neuroplastisitas itu menyebut bahwa terapi ini tidak hanya dipandang sebagai warisan tradisi. Namun, juga sebagai bagian dari pendekatan medis yang terbukti dalam Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (KFR). Penelitian mutakhir menunjukkan bekam dapat membantu mengurangi nyeri, memperbaiki aliran darah, dan mengontrol peradangan.Â
âMeskipun sudah sangat populer sebagai pengobatan alternatif, bekam masih memiliki banyak tantangan dalam aplikasinya. Belum adanya protokol medis resmi, membuat bekam memiliki berbagai teknik yang bervariasi. Seperti, adanya risiko infeksi penyakit dari penggunaan alat tanpa sterilisasi dan adanya klaim yang berlebihan,â ungkapnya.
Langkah Strategis
Dalam perspektif KFR, terapi ini bisa digunakan sebagai terapi tambahan untuk nyeri kronis. Seperti, osteoarthritis, nyeri otot, bahkan dalam rehabilitasi pasca stroke atau cedera olahraga. Tentunya harus dilakukan dengan prosedur medis yang aman dan sesuai standar. Karena itu, perlu perhatian khusus pada prosedur dan penjaminan keamanan terapi.
âBeberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjadikan bekam sebagai layanan kesehatan formal. Di antaranya perlu dilakukan penyusunan pedoman klinis, pelatihan dan sertifikasi tenaga medis dan perlunya penelitian lanjutan yang mendukung klaim medis dari terapi ini. Selain itu, perlu adanya integrasi pada sistem kesehatan nasional untuk mempermudah akses pada layanan kesehatan,â ungkapnya.
Bekam memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari dunia kedokteran modern, bukan sekedar warisan budaya, tapi terapi yang ilmiah, aman, dan bermanfaat. Dengan pendekatan yang tepat, terapi ini bisa masuk ke sistem pelayanan medis resmi, terutama di bidang Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi.
âSudah waktunya masyarakat mendapat layanan bekam yang terstandar, dan dunia medis mengakui manfaatnya lewat bukti ilmiah. Bekam bukan lagi sekadar alternatif â melainkan salah satu pilihan terapi untuk pemulihan fungsi dan peningkatan kualitas hidup pasien,â pungkasnya.
- Universitas Airlangga (Unair)
- Terapi Bekam
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Lima Pertandingan Tersisa di Liga Primer Bagi Pep Guardiola Ibarat Laga Final City
-
Habib Jafar: Sakit Kanker Selama 7 Tahun Jadi Penggugur Dosa Vidi Aldiano
-
7 Manfaat Terapi Bekam untuk Kesehatan yang Diketahui
-
Dari Surabaya Jatim, Profesor Bagong: Lebih Baik Insentif, Bukan Memaksa (Vasektomi sebagai Syarat Bansos)
-
Tekan Pengangguran, Pembangunan 65 KNMP Serap 17.550 Tenaga Kerja
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.