Dua Kapalnya Diserang di Selat Hormuz, India Panggil Dubes Iran

Minggu, 19 Apr 2026, 11:27 WIB

MUMBAI - India mengatakan telah memanggil duta besar Iran di New Delhi dan menyampaikan "keprihatinan mendalam" atas serangan terhadap dua kapal berbendera India yang mencoba menyeberangi Selat Hormuz pada hari Sabtu (18/4l).

Salah satu kapal yang diserang diidentifikasi sebagai Sanmar Herald, kata sebuah sumber pemerintah India.

Ket. Foto: Kapal dan tanker di Selat Hormuz di lepas pantai Musandam, Oman, 18 April 2026. — Sumber: CNA/Reuters

Awak kapal dan kapal itu sendiri selamat, kata sumber tersebut.

Pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri India meminta duta besar Iran untuk menyampaikan pandangan India kepada pihak berwenang Iran dan segera melanjutkan proses memfasilitasi kapal-kapal tujuan India melintasi Selat, demikian pernyataan dari kementerian tersebut.

Iran Batalkan Keputusan

Pada hari Sabtu, Iran membatalkan keputusannya untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menembaki kapal tanker yang mencoba melewati jalur air tersebut pada hari Sabtu (18/4). 

Mereka juga memperingatkan akan terus memblokir transit melalui selat tersebut selama blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran masih berlaku.

Komando militer gabungan Iran mengatakan pada hari Sabtu bahwa "pengendalian Selat Hormuz telah kembali ke keadaan semula ... di bawah manajemen dan kendali ketat angkatan bersenjata."

Menurut pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris Raya, dua kapal perang dari Garda Revolusi Iran melepaskan tembakan ke arah sebuah kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz. 

TankerTrackers.com melaporkan, kapal-kapal terpaksa berbalik arah di selat tersebut, termasuk sebuah kapal tanker super berbendera India, setelah ditembaki oleh Iran.

Iran: Kapal yang Melanggar akan Jadi Sasaran

Iran menganggap blokade AS terhadap pelabuhannya sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata antara kedua negara. 

Angkatan laut Garda Revolusi Iran memperingatkan pada hari Sabtu bahwa setiap kapal yang mendekati Selat Hormuz akan diperlakukan sebagai sasaran.

"Kami memperingatkan bahwa tidak ada kapal, jenis apa pun, yang boleh meninggalkan tempat berlabuhnya di Teluk Persia dan Laut Oman. Upaya apa pun untuk mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai kerja sama dengan musuh, dan kapal yang melanggar akan menjadi sasaran," demikian pernyataan yang dipublikasikan di situs web resmi Garda Revolusi, Sepah News.  

Kebingungan mengenai titik rawan yang kritis tersebut mengancam akan memperdalam krisis energi yang mengguncang ekonomi global dan mendorong kedua negara menuju konflik baru, bahkan ketika para mediator menyatakan yakin bahwa kesepakatan baru dapat tercapai.

Perkembangan pada hari Sabtu terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa blokade pelabuhan Iran "akan tetap berlaku sepenuhnya" sampai Teheran mencapai kesepakatan dengan AS yang mencakup program nuklirnya. 

Sebelumnya pada hari Jumat, Teheran telah membuka kembali Selat tersebut untuk kapal-kapal komersial.

Kira-kira seperlima dari minyak dunia melewati selat tersebut, dan pembatasan lebih lanjut akan mempersempit pasokan yang sudah terbatas, sehingga mendorong harga naik lagi. 

  • selat hormuz

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: CNA, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.