Meningkatkan Budaya Literasi di Barito Utara Melalui Lomba Bertutur
Rabu, 22 Jul 2026, 23:37 WIBMuara Teweh - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah meningkatkan budaya literasi sekaligus melestarikan cerita rakyat sebagai warisan budaya daerah dengan menggelar Lomba Bertutur tingkat sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiah (MI) daerah ini.
"Lomba Bertutur bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi sarana membangun budaya membaca dan meningkatkan kemampuan komunikasi peserta didik sejak usia dini," kata Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dissiptaka) Barito Utara Dewi Handayani di Muara Teweh, Rabu.
Menurut dia, melalui kegiatan ini pemerintah daerah ingin menumbuhkan minat baca anak-anak sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan cerita rakyat yang sarat dengan nilai-nilai karakter.
"Anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga mampu memahami, menghayati, dan menyampaikan kembali isi cerita dengan percaya diri," katanya.
Ia mengatakan Lomba Bertutur Tahun 2026 mengusung tema "Melestarikan Cerita Rakyat untuk Membangun Generasi Berkarakter dan Cinta Budaya Daerah."
Menurutnya, tema tersebut dipilih untuk memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal sekaligus membangun karakter melalui pesan moral yang terkandung dalam cerita rakyat.
Sebanyak 20 peserta yang merupakan perwakilan SD dan MI se-Barito Utara mengikuti perlombaan tersebut.
Selain meningkatkan budaya literasi, kegiatan ini juga bertujuan mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum, keterampilan berkomunikasi, serta menanamkan nilai-nilai karakter seperti percaya diri, tanggung jawab, kejujuran, dan penghargaan terhadap budaya bangsa.
"Para pemenang nantinya akan kami libatkan dalam berbagai kegiatan promosi wisata Kabupaten Barito Utara sebagai bentuk pembinaan dan apresiasi. Kami berharap mereka dapat menjadi duta literasi sekaligus duta budaya daerah," kata Dewi.
Bunda Literasi Barito Utara Maya Savitri Shalahuddin mengajak anak-anak untuk membudayakan membaca dan mulai mengembangkan kemampuan menulis sejak usia dini.
Membaca, kata dia, merupakan pintu gerbang menuju ilmu pengetahuan, sedangkan menulis menjadi sarana untuk melahirkan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Melalui membaca kita memperoleh ilmu pengetahuan yang luas. Saya berharap anak-anak Barito Utara tidak hanya gemar membaca dan bertutur, tetapi juga mampu menjadi penulis buku yang mengangkat kekayaan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat Kalimantan, khususnya Barito Utara," ujarnya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Novelis Dewi Lestari Bersama Bank Indonesia Bangun Literasi
-
Pemkot Jakarta Timur Tingkatkan Daya Saing 300 Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif
-
Vaksin Belum Ada, Deteksi Dini Ebola Jadi Kunci Utama
-
Antonelli Raih Kemenangan Kelima Beruntun di Grand Prix Monaco yang Penuh Insiden
-
Memperkuat Pencegahan Stunting Lewat Peran Posyandu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.