Pelatihan Vokasi untuk Warga Binaan Lapas Cirebon

Rabu, 22 Jul 2026, 23:58 WIB

Cirebon - Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat membekali warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cirebon, Jawa Barat, dengan pelatihan vokasi mulai Juli 2026 untuk meningkatkan kompetensi sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon Iing Daiman di Cirebon, Rabu, mengatakan warga binaan tetap berhak memperoleh pembinaan dan keterampilan agar memiliki kemampuan bekerja setelah menyelesaikan masa pidana.

Ket. Foto: Sekda Kota Cirebon Iing Daiman (dua dari kiri) mencicipi produk minuman olahan dari warga binaan di Lapas Cirebon, Jawa Barat, Rabu (22/7/2026). — Sumber: Antara

“Warga binaan tetap merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki hak untuk mendapatkan pembinaan dan bekal keterampilan. Kami tidak melegitimasi kesalahan yang pernah dilakukan,” katanya.

Ia menegaskan pemerintah daerah tetap bertanggung jawab membantu warga binaan meningkatkan kemampuan, agar tidak mengulangi kesalahan dan mampu menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas.

Program pelatihan tersebut, kata dia, merupakan hasil kolaborasi Pemkot Cirebon, Lapas Kelas I Cirebon, Kementerian Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja, dan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung.

“Program diawali dengan pelatihan tenaga kerja konstruksi dan buruh Bangunan. Peserta juga memperoleh pelatihan teknisi telepon seluler, servis AC, tata boga, potong rambut, serta keterampilan vokasi lainnya,” katanya.

Menurut dia, pelatihan tersebut tidak hanya meningkatkan kompetensi kerja, namun dapat membantu membangun kembali kemandirian sosial dan ekonomi warga binaan.

Pihaknya memperkuat kerja sama dengan Lapas Kelas I Cirebon, melalui nota kesepakatan penyelenggaraan pemasyarakatan yang melibatkan berbagai perangkat daerah.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan pembinaan dilakukan secara utuh, mulai dari peningkatan keterampilan, literasi, administrasi kependudukan, pelayanan kesehatan, hingga edukasi pengelolaan sampah,” ujarnya.

Ia mengajak warga binaan memanfaatkan pelatihan secara maksimal agar keterampilan yang diperoleh dapat menjadi modal memasuki dunia kerja maupun berwirausaha.

Kepala Lapas Kelas I Cirebon Suranto mengharapkan pelatihan tersebut meningkatkan kompetensi warga binaan sehingga mereka memiliki bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

“Harapannya, setelah keluar dari Lapas, mereka memiliki kompetensi dan dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik sehingga tidak kembali lagi ke sini,” katanya.

Kepala BBPVP Bandung Reni Rosyida Muthmainnah menambahkan pendidikan vokasi bersifat inklusif dan menjadi hak seluruh warga negara, termasuk warga binaan.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin memperkuat kompetensi warga binaan agar memiliki keterampilan, lebih mandiri, memiliki peluang bekerja, serta dapat berkontribusi mengurangi angka pengangguran,” katanya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.