Peluncuran Mobil Rontgen Keliling untuk Mendeteksi TBC di Madiun

Rabu, 22 Jul 2026, 22:57 WIB

Madiun - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur meluncurkan operasional mobil rontgen keliling untuk mendeteksi dini penyakit tuberkulosis (TBC) sebagai upaya mencegah penularan dan mempercepat target eliminasi TBC pada tahun 2030.

Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan mobil rontgen keliling tersebut akan dioperasikan oleh Dinkes Kabupaten Madiun melalui program "Si Ratu", yakni Siaga Rontgen Untuk Penemuan Tuberkulosis.

Ket. Foto: Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama jajaran meluncurkan operasional mobil rontgen keliling untuk mendeteksi dini penyakit tuberkulosis (TBC) di Desa Dempelan, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Rabu (22/7/2026). — Sumber: Antara

"Meskipun targetnya dari pemerintah pusat itu 2030 harus selesai, tapi dengan ada kendaraan rontgen keliling ini, kami berharap tahun 2028 nanti sudah bisa selesaikan," ujar Bupati Hari Wuryanto saat peluncuran di Desa Dempelan, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Rabu.

Menurutnya mobil rontgen tersebut akan berkeliling ke pelosok-pelosok desa di Kabupaten Madiun yang jauh dari fasilitas rumah sakit sehingga harapannya bisa mempercepat deteksi, pemeriksaan, dan penanganan kasus TBC.

"Dengan mobil rontgen ini tentu sangat efektif, karena masyarakat yang hendak memeriksakan paru-paru tidak harus jauh-jauh ke rumah sakit, namun bisa datang ke mobil rontgen saat datang ke desa maupun ke lokasi kegiatan yang digelar Pemkab Madiun," katanya.

Ia menjelaskan, bahwa wilayah Kabupaten Madiun yang meliputi 15 kecamatan dengan kondisi daerah beragam, mulai dari daerah urban, tepian hutan, hingga lereng Gunung Wilis membuat layanan kesehatan memiliki tantangan tersendiri.

Untuk itu, pengadaan layanan mobil rontgen keliling tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat skrining dan tracing kasus TBC di masyarakat.

Sesuai data, target penemuan kasus baru TBC di Kabupaten Madiun yang ditetapkan pusat tahun ini mencapai 1.892 kasus hingga akhir Desember 2026.

Hingga Mei, jumlah kasus yang berhasil ditemukan masih sekitar 360 kasus dan terus diupayakan bertambah guna mencapai eliminasi TBC pada tahun 2030.

Bupati menambahkan koordinasi penanganan TBC juga terus diperkuat melalui peran lintas OPD melalui tim percepatan penanganan TBC sehingga pengobatan bisa segera dilakukan dan target dari pemerintah pusat dapat tercapai.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.