Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Upgrade Finansial: Khofifah Dorong Generasi Digital Melek Investasi

📅 Selasa, 03 Jun 2025, 17:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Upgrade Finansial: Khofifah Dorong Generasi Digital Melek Investasi Doc: ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso.
Ket. Pekerja memotret layar yang menampilkan pergerakan IHSG menggunakan gawai di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

SURABAYA - Era digital terus mendorong inovasi dalam dunia keuangan dan investasi, menciptakan produk dan layanan baru yang dapat meningkatkan efisiensi dan keuntungan. 

Kemajuan teknologi juga meningkatkan kebutuhan akan literasi keuangan yang lebih luas untuk memahami dan memanfaatkan peluang investasi digital. Dengan memahami cara kerja investasi online dan risiko yang ada, investor dapat melindungi diri dari penipuan investasi dan membuat keputusan yang lebih cerdas. 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi dan cerdas dalam berinvestasi di era digital, dalam rangka memperingati Hari Pasar Modal Indonesia yang jatuh setiap 3 Juni.

Khofifah menyampaikan pasar modal merupakan instrumen penting dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Hari Pasar Modal Indonesia bukan hanya sebagai momen refleksi sejarah, tetapi juga pengingat bahwa masyarakat bisa menjadi pelaku utama pertumbuhan ekonomi. Investasi kini tidak lagi eksklusif bagi korporasi besar. Masyarakat, pelaku UMKM, hingga generasi muda dapat menjadi bagian dari transformasi ekonomi melalui pasar modal,” ujarnya dalam keterangan diterima di Surabaya, Selasa (3/6).

Menurut dia, Jawa Timur menyumbang hampir 15 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Dengan posisi tersebut, inovasi dalam pembiayaan pembangunan menjadi kebutuhan, mengingat tidak semua kebutuhan pembangunan dapat terpenuhi melalui APBN dan APBD.

“Pasar modal adalah salah satu solusi pembiayaan pembangunan. Kita harus mendorong lebih banyak BUMD, koperasi besar, dan 'startup' untuk masuk ke bursa agar dapat tumbuh lebih kuat dan transparan,” katanya.

Khofifah mencatat bahwa perkembangan pasar modal di Jawa Timur menunjukkan tren positif. 

Hingga kuartal I 2025, sebanyak 58 perusahaan asal Jatim telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan total dana yang dihimpun melalui penawaran umum (IPO) mencapai Rp15,2 triliun.

Dari jumlah tersebut, sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar yakni Rp10,4 triliun.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan literasi masyarakat dalam pengembangan pasar modal agar tercipta keseimbangan dan keberlanjutan.

“Masyarakat harus diberi pemahaman utuh soal investasi. Ini penting untuk mencegah praktik investasi bodong sekaligus mendorong keputusan keuangan yang sehat,” tuturnya.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor pasar modal secara nasional per Januari 2025 telah mencapai 1,84 juta Single Investor Identification (SID).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Daerah
BNPB Umumkan Banjir di Kota...
Luar Negeri
WFP Peringatkan El Nino Bis...

Roket SpaceX Tabrak Bulan Besok, Ilmuwan Prediksi Semburan Debu Raksasa Terlihat dari Teleskop

Roket SpaceX Tabrak Bulan Besok, Ilmuwan Prediksi Semburan Debu Raksasa Terlihat dari Teleskop

05 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.