Trump Batalkan Pencalonan Jared Isaacman untuk Pimpin NASA, Picu Ketidakpastian Baru
📅 Minggu, 01 Jun 2025, 15:50 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Reuters
JAKARTA - Gedung Putih secara mengejutkan menarik pencalonan Jared Isaacman sebagai Administrator NASA pada Sabtu (waktu setempat), hanya beberapa hari sebelum jadwal pemungutan suara di Senat. Keputusan mendadak ini memunculkan ketidakpastian baru bagi masa depan lembaga antariksa AS, yang tengah menghadapi tekanan fiskal dan politik yang besar.
Presiden Donald Trump mengumumkan penarikan tersebut melalui unggahan di Truth Social, dengan menyatakan bahwa setelah “peninjauan menyeluruh atas hubungan sebelumnya”, ia mencabut pencalonan Isaacman dan akan segera menunjuk kandidat baru.
“Saya akan segera mengumumkan nominasi baru yang akan memiliki misi yang sama, dan mengutamakan Amerika di luar angkasa,” tulis Trump.
Jared Isaacman, seorang miliarder dan astronot sipil yang memimpin misi luar angkasa sipil SpaceX “Inspiration4”, dikenal sebagai sekutu dekat Elon Musk. Pencalonannya awalnya mendapat dukungan dari komunitas luar angkasa, namun juga memicu kekhawatiran dari anggota legislatif karena hubungan finansial dan profesionalnya dengan SpaceX, termasuk sebagai pelanggan besar layanan penerbangan luar angkasa komersial.
Isaacman merespons secara diplomatis melalui unggahan di X, menyatakan rasa terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak dan menegaskan bahwa banyak profesional berdedikasi tetap bekerja untuk misi NASA.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penarikan pencalonan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Musk resmi meninggalkan Gedung Putih, di mana ia sebelumnya menjabat sebagai pegawai pemerintah khusus yang memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah. Peran ini dilaporkan memicu ketegangan internal dan kekesalan sejumlah staf Trump. Musk sendiri, melalui X, menyatakan kekecewaannya atas keputusan tersebut.
"Jarang sekali menemukan seseorang yang begitu kompeten dan baik hati," tulis Musk.
Belum ada nama resmi sebagai pengganti, namun Letjen (Purn) Steven Kwast, seorang pendukung awal Pasukan Luar Angkasa AS, disebut-sebut sebagai kandidat kuat. Kwast dikenal sebagai loyalis Trump dan memiliki pandangan agresif tentang dominasi Amerika di luar angkasa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Isaacman sebelumnya mendapat kritik dari sebagian anggota Kongres karena dinilai terlalu dekat dengan Musk. Namun dalam sidang konfirmasi bulan April, ia menunjukkan upaya menjembatani visi eksplorasi ke bulan dan Mars, menyadari bahwa NASA telah menginvestasikan miliaran dolar untuk program Artemis (bulan).
Ketidakhadirannya kini memunculkan kekhawatiran lebih besar, terutama setelah pada Jumat lalu NASA merilis rincian rencana anggaran 2026 Trump, yang mengusulkan penghentian puluhan program sains dan potensi PHK ribuan pegawai. Rencana ini mendapat kecaman luas dari kalangan ilmuwan dan legislatif.
“Tidak adanya Isaacman sebagai bos NASA merupakan berita buruk bagi lembaga tersebut,” tulis Jonathan McDowell, astronom Harvard.
Senator Republik Tim Sheehy, yang sempat memperkenalkan Isaacman dalam sidang, juga menyuarakan kekecewaannya. Ia menyebut Isaacman sebagai "pilihan kuat" dari Presiden Trump dan menyayangkan upaya yang menggagalkan pencalonannya.
Dengan anggaran dipangkas, kepemimpinan terguncang, dan agenda eksplorasi yang semakin kompetitif dengan China, Rusia, dan sektor swasta, masa depan NASA kini berada di tengah pusaran politik yang kompleks. Kegagalan konfirmasi Isaacman menjadi cerminan nyata betapa rentannya lembaga sains sekaliber NASA dalam dinamika pemerintahan saat ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!