Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Metode Pembelajaran Multi-learning Penting Dilakukan Generasi Alpha dan Beta

📅 Minggu, 01 Jun 2025, 10:10 WIB | Oleh:
Metode Pembelajaran Multi-learning Penting Dilakukan Generasi Alpha dan Beta Doc: Wyeth Nutrition
Ket. Aktivitas Exceptional Maestro di “S-26 Exceptional League” melatih motorik si kecil dengan menginjak tombol not musik, sekaligus mengasah daya ingatnya sesuai urutan tombol yang menyala.

JAKARTA - Generasi Alpha dan Beta sebagai generasi pertama yang tumbuh sepenuhnya di era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat. Mereka memiliki potensi yang exceptional menjadi generasi yang purposeful dan impactful, yaitu “anak hebat” yang digerakkan oleh tujuan jelas untuk membuat perubahan dan dampak positif bagi dunia.

Psikolog anak dan keluarga Samanta Elsener, M.Psi, menuturkan, seiring ilmu pengetahuan yang makin berkembang dan dunia yang terus berubah, multi-learning penting dilakukan generasi alpha dan beta. Perlu diketahui istilah ini merupakan metode pembelajaran yang melibatkan berbagai indra.

Dengan metode tersebut mereka diharapkan mampu mengeksplorasi beragam pengetahuan dan keterampilan di berbagai bidang. Nantinya bisa saling mengkoneksikan semua pembelajaran yang didapatkan untuk memecahkan masalah secara holistik, terus mengembangkan diri, serta memberikan dampak positif ke sekitarnya.

“Peran mama dalam memberikan stimulasi yang tepat sangat penting sehingga si kecil dapat memiliki berbagai karakter hebat seperti rasa ingin tahu yang tinggi, kreatif, kolaboratif, berdaya juang, dan mampu menyelesaikan masalah menjadikan mereka sebagai generasi yang future-ready di tengah perubahan pesat masa depan,” paparnya melalui keterangan tertulis pada hari Sabtu (30/5)

Lebih lanjut, salah satu expert, dr. Ian Suteja Sp.A, menjelaskan, saat si kecil melakukan multi-learning, diperlukan mielinasi yang optimal, yaitu proses di mana sel-sel saraf di otak dilapisi oleh lapisan lemak yang disebut mielin. Layaknya jalan tol, lapisan ini memungkinkan ‘kendaraan’ yaitu sel saraf bergerak cepat dan lancar.

Sedangkan sel saraf yang tidak termielinasi dengan baik seperti jalanan biasa yang membuat ‘kendaraan’ berjalan lambat karena banyak hambatan. Untuk menunjang proses ini, pada ibu perlu memberikan gizi yang tepat.

“Kombinasi formulasi gizi yang tepat dan telah teruji klinis seperti spingomielin, fosfolipid dan alfa-laktalbumin, dengan kadar atau jumlah yang tepat, serta diberikan pada waktu yang tepat sesuai usia si kecil di periode emasnya,” ungkapnya.

Stimulasi

Wyeth Nutrition S-26 melalui kampanye #SemuaBisaJadiHebat menegaskan keyakinan bahwa semua anak bisa jadi hebat dengan dukungan gizi dan stimulasi yang tepat. Sebagai wujud nyata, S-26 mempersembahkan “S-26 Exceptional League,” event pembelajaran imersif pertama di Indonesia dengan konsep Futuristic City.

Futuristic City terdiri dari rangkaian aktivitas yang membantu proses belajar generasi alpha melalui berbagai stimulasi untuk mengeksplorasi potensi hebat mereka sekaligus mendukung berbagai aspek perkembangan otak.

Menyusul kesuksesan di Medan, Jakarta menjadi kota pelaksanaan kedua yaitu di Main Atrium Mall Kota Kasablanka, pada 30 Mei-1 Juni 2025. Event ini menghadirkan kecanggihan teknologi “S-26 Exceptional Brain Visualizer” yang membantu para orang tua terutama ibu memonitor aktivitas pada area-area penting di otak anak secara real-time.

Vera Niki Gozali, Category Marketing Manager Wyeth Nutrition S-26, menyampaikan, S-26 percaya perjalanan si Kecil menjadi hebat dimulai dari dukungan hebat seorang ibu. Melalui kampanye #SemuaBisaJadiHebat, pihaknya berkomitmen untuk terus mendampingi pada ibu dalam  membimbing generasi alpha dan beta yang siap dan sukses menghadapi tantangan masa depan.

“Mams memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran seumur hidup atau lifelong learning yang mereka jalani bersama si Kecil, yaitu dalam hal pemberian gizi dan stimulasi yang tepat,” ungkapnya.

Untuk itu, kampanye ini menekankan pentingnya proses “Multilearn Connect” yang terdiri dari dua pilar. Pertama Multi-learning atau ragam pembelajaran yang didapatkan anak melalui berbagai bentuk stimulasi yang tepat. Kedua Brain Connection berupa gizi tepat yang dibutuhkan anak agar perkembangan di area-area penting otaknya bisa optimal dan saling terkoneksi dengan baik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.