Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinkes Batam Imbau Warga Gunakan CKG Sesuai Usia dan Kebutuhan Gizi

📅 Jumat, 30 Mei 2025, 14:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dinkes Batam Imbau Warga Gunakan CKG Sesuai Usia dan Kebutuhan Gizi Doc: Antara Foto
Ket. Dinas Kesehatan Batam mengajak masyarakat untuk memanfaatkan CKG (Cadangan Keamanan Gizi) sesuai usia dan kebutuhan tubuh. Imbauan ini penting untuk menjaga kesehatan dan mencegah kelebihan maupun kekurangan gizi di setiap kelompok usia.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis  (CKG) yang sesuai kebutuhan usia dan risiko kesehatan tiap individu.

Kepala Dinkes Batam Didi Kusmarjadi menegaskan bahwa skrining ini bukan sekadar pemeriksaan darah, melainkan deteksi dini kesehatan.

“Sampai 26 Mei 2025, sudah ada 2.612 orang yang mengikuti skrining, dari total populasi Batam 1,2 juta. Lalu Cek Kesehatan Gratis (CKG) ini sudah berjalan dari Februari. Jadi baru sekitar 0,22 persen yang mengikuti, ini masih minim,” katanya saat dihubungi di Batam, Jumat.

“Sebelum dilakukan pemeriksaan, peserta diminta mengisi self-assessment di aplikasi Satu Sehat. Banyak masyarakat yang masih salah kaprah, mengira skrining hanya cek darah. Padahal, dari pertanyaan-pertanyaan itu kita bisa menilai risiko kesehatan seseorang secara menyeluruh,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara bertahap berdasarkan kategori usia dan risiko. Misalnya, pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) untuk jantung diperuntukkan bagi usia 40 tahun ke atas, sementara pemeriksaan inspeksi visual asetat (IVA) hanya untuk perempuan yang sudah menikah.

Program ini dijalankan melalui 21 puskesmas se-Kota Batam, namun tantangan masih dihadapi dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat karena, menurut Didi, minimnya antusiasme masyarakat menjadi salah satu kendala.

“Kadang orang takut tahu hasilnya, jadi malah enggan ikut. Padahal, ini untuk kebaikan diri sendiri,” ujarnya.

Untuk itu, Dinkes Batam mengaktifkan tim promosi kesehatan (promkes) dari puskesmas yang turun langsung ke masyarakat, memberikan edukasi dan mengajak warga agar peduli terhadap deteksi dini penyakit.

Didi menegaskan bahwa layanan ini tetap tersedia dan terbuka untuk semua, namun pelaksanaannya menyesuaikan dengan umur dan riwayat kesehatan.

“Ini bukan pemeriksaan massal tanpa batasan. CKG tetap harus sesuai indikasi medis. Jangan sampai malah timbul salah pengertian,” tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.