Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

JAFF dan Ambisi Jadikan Horor Indonesia Sebagai Cerminan Budaya Pop

📅 Kamis, 29 Mei 2025, 06:08 WIB | Oleh:

Lebih jauh lagi, pemasaran yang agresif dan tepat sasaran di pasar internasional adalah elemen yang tidak boleh diabaikan.

Strategi pemasaran harus mampu mengkomunikasikan keunikan horor Indonesia, menyoroti elemen-elemen folklor yang khas, dan membedakannya dari film horor konvensional.

Mengikuti festival film internasional terkemuka, menjalin koneksi dengan distributor global, dan memanfaatkan platform streaming adalah langkah-langkah penting untuk memperluas jangkauan.

Adaptasi dan kolaborasi

Eksplorasi sub-genre horor yang lebih beragam juga dapat menjadi daya tarik baru dan membuka pintu bagi audiens yang berbeda.

Alih-alih hanya berfokus pada horor supranatural yang telah akrab, film-film dapat mencoba horor kosmik ala H.P. Lovecraft dengan sentuhan lokal, horor psikologis yang menggali sisi gelap pikiran manusia, atau bahkan horor "found footage" dengan narasi yang inovatif dan relevan dengan isu-isu kontemporer.

Film "Waktu Maghrib 2" karya Sidharta Tata adalah contoh terbaru yang berupaya melakukan pendekatan itu. Film itu menyajikan isu tawuran remaja di Indonesia kala malam menjelang dengan tingkah polah remaja-remaja itu, mirip orang-orang yang kerasukan setan.

Penonton diperkenalkan pada premis inti tentang horor yang terjadi kala maghrib menipiskan tirai antara dua dunia, alam nyata dan alam gaib.

Film itu juga memanfaatkan kepercayaan lokal, dan membangun ketegangan secara bertahap tanpa harus mengandalkan "jumpscare" berlebihan. Momen anak-anak yang dirasuki setan membawa senjata tajam lalu menghantui tokoh utama film berpotensi menciptakan atmosfer kekacauan yang menyeramkan.

Ini menunjukkan bahwa film horor Indonesia bisa tetap efektif meski hanya mengandalkan unsur naratif semata.

Pendiri Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Ifa Isfansyah baru-baru ini memproduksi Angkara Murka (2025), menghadirkan horor bertema pesugihan dengan latar yang unik. Biasanya, film horor mengambil lokasi yang sunyi dan angker, namun film itu mengambil lokasi di pertambangan. 

Pada akhirnya, keberhasilan film horor Indonesia di kancah internasional akan sangat bergantung pada kemampuan adaptasi, inovasi, dan kualitas internasional yang mampu bersaing dengan film-film horor dari negara lain.

Kolaborasi internasional juga menjadi kunci untuk membuka gerbang ini. Dengan menggandeng rumah produksi, sutradara, atau penulis skenario dari luar negeri, film horor Indonesia dapat menjangkau distribusi yang lebih luas dan menyesuaikan penceritaan agar lebih relevan dengan audiens global tanpa kehilangan esensi lokalnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Chelsea Menguji Formasi Ter...
Megapolitan
Rancangan Umum Sementara Pr...

Ekspor Jakarta Tumbuh 4 Persen Lebih

38 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Ekspor Jakarta Tumbuh  4 Pe...

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

1.5 jam yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.