Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintahan Trump Berhenti Merekomendasikan Vaksin COVID untuk Aanak-anak dan Ibu Hamil

📅 Rabu, 28 Mei 2025, 16:35 WIB | Oleh:
Pemerintahan Trump Berhenti Merekomendasikan Vaksin COVID untuk Aanak-anak dan Ibu Hamil Doc: Istimewa
Ket. Presiden Donald Trump dan Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS Robert F. Kennedy Jr. selama Acara Komisi MAHA (Make America Healthy Again) di Gedung Putih di Washington, DC, pada 22 Mei 2025.

WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Donald Trump pada Selasa (27/5), mengumumkan bahwa Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau Centers for Disease Control and Prevention tidak akan lagi merekomendasikan anak-anak yang sehat dan wanita hamil untuk menerima vaksin COVID-19, 

"Tahun lalu, pemerintahan Biden menghimbau anak-anak yang sehat untuk mendapatkan suntikan COVID lagi meskipun tidak ada data penting yang mendukung strategi pemberian vaksin penguat ulang pada anak-anak," kata Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Robert F. Kennedy Jr. dalam sebuah video yang diunggah daring.

Dikutip dari New York Post, Komisaris Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA), Marty Makary menambahkan bahwa “tidak ada bukti bahwa anak-anak yang sehat membutuhkannya saat ini dan sebagian besar negara telah berhenti merekomendasikannya untuk anak-anak.”

Langkah tersebut diambil seminggu setelah pejabat tinggi kesehatan  memberi sinyal bahwa mereka berencana memperketat akses  terhadap suntikan penguat COVID-19 tahunan, yang masih direkomendasikan bagi populasi lanjut usia dan berisiko.

Sebelumnya, vaksin COVID-19 direkomendasikan untuk semua orang berusia enam bulan ke atas.

Berdasarkan kerangka kerja yang diumumkan minggu lalu, pemerintah akan mengizinkan warga lanjut usia berusia 65 tahun ke atas dan populasi berisiko tinggi lainnya untuk menerima suntikan vaksin penguat COVID, tetapi memerlukan pengujian yang lebih ketat untuk populasi lain sebelum merekomendasikannya bagi mereka.

Kennedy dan banyak pejabat kesehatan tinggi lainnya, seperti Makary dan Direktur Institut Kesehatan Nasional (NIH) Jay Bhattacharya, telah lama menyuarakan kecurigaan tentang distribusi vaksin COVID-19 kepada populasi berisiko rendah.

"Intinya: Itu adalah akal sehat dan ilmu pengetahuan yang bagus. Kita sekarang selangkah lebih dekat untuk mewujudkan janji [Presiden Trump] untuk Membuat Amerika Sehat Kembali," tulis Kennedy di X.

Pengumuman hari Selasa ini membuat AS sejalan dengan negara lain yang telah memperketat persyaratan untuk menerima vaksin. 

Negara-negara lain memiliki persyaratan yang lebih ketat terhadap suntikan COVID-19. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Bdekasi Ngos-ngosan Menggal...

Hindari Pelacakan, Transaksi Miras di Bantul Leat COD

23 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Hindari Pelacakan, Transaks...

Timnas Indonesia U-19 Tundukkan Vietnam

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Timnas Indonesia U-19 Tundu...
Daerah
Pasar Tani 2026 Hadirkan Pr...

Semarak Peringatan Hari Laut Sedunia

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Semarak Peringatan Hari Lau...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.