Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Petakan Peluang Investasi

📅 Rabu, 28 Mei 2025, 01:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Petakan Peluang Investasi Doc: Antara
Ket. Arsip foto - Kapal crane bersandar di pelabuhan tambang PT AMNT di Desa Benete, Kecamatan Maluk, Sumbawa Barat, NTB, beberapa waktu lalu.

Mataram - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai memetakan potensi dan peluang investasi guna mendukung penyusunan strategi investasi yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Pelaksana Tugas Kepala DPMPTSP Nusa Tenggara Barat (NTB) Eva Dewiyani menekankan pentingnya sinkronisasi data dan pemetaan potensi yang akurat sebagai dasar perencanaan investasi pada tahun mendatang.

"Kami mengumpulkan data makro dari masing-masing kabupaten/kota, termasuk capaian realisasi investasi dan perkembangan investasi terbaru," kata Eva di Mataram, Selasa (27/5).

Pada 27 Mei 2025, DPMPTSP NTB menggelar rapat koordinasi dengan DPMPTSP kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat untuk memetakan potensi dan peluang investasi tersebut.

Rapat koordinasi itu menjadi wadah diskusi dan penyampaian kondisi terkini dari setiap daerah, seperti di Dompu dan Bima masih bertumpu terhadap sektor produksi berbasis bahan baku lokal yang surplus berupa padi dan jagung yang selalu dikirim ke berbagai daerah.

Sedangkan di Kabupaten Sumbawa ada peningkatan jumlah silo penjemuran jagung. Hal itu menjadi indikator positif atas kesiapan daerah dalam menjamin ketersediaan bahan baku jagung.

"Kami berharap masing-masing daerah membawa data yang lengkap dan komprehensif, sehingga dapat memperkuat arah kebijakan promosi investasi Nusa Tenggara Barat berbasis potensi unggulan daerah," pungkas Eva.

Sepanjang tahun 2024, angka realisasi investasi di Nusa Tenggara Barat mencapai Rp54,55 triliun dengan rincian penanaman modal dalam negeri sebesar Rp43,76 triliun dan penanaman modal asing sebanyak Rp10,79 triliun.

Jumlah realisasi investasi tahun lalu tersebut menyentuh angka 202 persen dari target yang diberikan pemerintah pusat sebesar Rp26,9 triliun.

Sektor energi dan sumber daya mineral mencatat angka realisasi investasi terbesar sebanyak Rp37,95 triliun, lalu diikuti oleh sektor perindustrian sebesar Rp10,07 triliun dan sektor pariwisata maupun ekonomi kreatif Rp4,07 triliun.

Sedangkan sektor lainnya dengan realisasi investasi paling rendah di Nusa Tenggara Barat adalah koperasi yang hanya Rp363 juta, sektor pendidikan Rp950 juta, dan sektor lingkungan hidup serta kehutanan sebesar Rp14,7 miliar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Wamenpar Serukan Pelaku Wis...
Megapolitan
Akses ke  JIS Makin Mudah, ...
Nasional
BNN: Narkotika Varian Cair ...
Mentan Amran Ancam “Blacklist” Penyedia Benih Nakal di Indonesia

Mentan Amran Ancam “Blacklist” Penyedia Benih Nakal di Indonesia

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Peluang Melemah Terbuka, 22 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.