Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Benda Paling Masif di Sabuk Asteroid

📅 Selasa, 27 Mei 2025, 07:27 WIB | Oleh:
Benda Paling Masif di Sabuk Asteroid Doc: AFP/HO/NASA
Ket. Foto gabungkan dua pandangan terpisah dari asteroid raksasa Vesta yang diperoleh oleh wahana antariksa Dawn milik NASA.

ASTEROID Vesta adalah benda paling masif kedua di sabuk asteroid (asteroid belt) utama, yang mencakup hampir 9 persen dari total massa semua asteroid. Hanya planet kerdil Ceres yang lebih masif di wilayah puing-puing berbatu antara Mars dan Jupiter.

Penelitian tentang Vesta dilakukan oleh wahana antariksa Dawn milik NASA. Alat ini mengitari Vesta dari 16 Juli 2011 hingga 5 September 2012, saat wahana tersebut berangkat dan memulai perjalanannya menuju planet kerdil Ceres.

Asteroid raksasa itu hampir berbentuk bulat, sehingga hampir diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Tidak seperti kebanyakan asteroid yang diketahui, Vesta telah terpisah menjadi kerak, mantel, dan inti (karakteristik yang dikenal sebagai terdiferensiasi), seperti halnya Bumi. Memahami mengapa demikian merupakan salah satu tujuan misi Dawn.

Jawaban dari pengaman Dawn menemukan Vesta terbentuk lebih awal, dalam 1 hingga 2 juta tahun sejak lahirnya tata surya. Material radioaktif berumur pendek yang tergabung dalam benda-benda yang terbentuk selama zaman ini memanaskannya hingga ke titik di mana dalam kasus seperti Vesta objek tersebut meleleh, yang memungkinkan material yang lebih padat tenggelam ke inti asteroid dan material dengan kepadatan lebih rendah naik.

Vesta memiliki salah satu rentang kecerahan terbesar yang diamati pada benda berbatu mana pun di tata surya.Material yang terang tampak seperti batuan asli, sedangkan material yang gelap diyakini telah diendapkan oleh asteroid lain yang menabrak Vesta.

Tim Dawn memperkirakan bahwa sekitar 300 asteroid gelap dengan diameter mulai dari satu hingga 10 km (0,6 hingga enam mil) menghantam Vesta selama 3,5 miliar tahun terakhir. Ini cukup untuk membungkus Vesta dalam selimut material setebal sekitar tiga hingga tujuh kaki (satu hingga dua meter).

Penemu Vesta, Heinrich Wilhelm Olbers, memberikan kehormatan untuk menamai asteroid baru tersebut kepada matematikawan Jerman Carl Friedrich Gauss, yang telah menghitung orbitnya. Gauss menamakannya Vesta, yang diambil dari nama dewi perapian dan rumah tangga dalam mitologi Romawi. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

7 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susu...
Nasional
DPR Dorong Pemerintah Buka ...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.