BEI Sulsel Ajak Gen Z Melek Bursa, Bukan Cuma Tren Sosial Media
📅 Selasa, 27 Mei 2025, 21:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
MAKASSAR - Peran Generasi Z (Gen Z) sangat penting bagi bursa saham. Mereka mendominasi jumlah investor pasar modal di Indonesia.
Gen Z juga memiliki kelebihan dalam hal akses teknologi dan informasi, yang memudahkan mereka untuk belajar dan berinvestasi. Namun, mereka juga perlu meningkatkan literasi keuangan dan perencanaan jangka panjang untuk memaksimalkan potensi investasi mereka.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menyasar gen Z dalam memperkuat investasi via bursa atau pasar modal di Sulsel melalui optimalisasi peran Galeri Investasi.
Galeri Investasi BEI merupakan fasilitas yang dibuat untuk memperkenalkan pasar modal sejak dini kepada masyarakat akademik dan masyarakat umum.
Galeri ini menyediakan informasi, bahan edukasi dan kesempatan untuk berinteraksi dengan pasar modal secara praktis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Kantor BEI Sulsel Fahmin Amirullah di Makassar, Senin (26/5), menyebutkan pasar modal bukan lagi menjadi hal eksklusif karena kemudahan investasinya, sistem yang mendukung sehingga semua bisa disasar saat ini.
"Cukup potensial itu tentu adalah gen z, mereka memang harus paham pasar modal sejak dini," kata Fahmin.
Menurut Fahmin, BEI Sulsel terus komitmen memperbanyak investor pasar modal di wilayah operasionalnya di tahun ini guna memperkuat transaksi sekaligus meningkatkan inklusi masyarakat terkait investasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada awal Maret 2025, salah satu Galeri Investasi BEI di Universitas Muhammadiyah Makassar bahkan berhasil meraih penghargaan sebagai Galeri Investasi teraktif di Sulsel.
Dalam satu tahun terakhir, galeri tersebut berhasil menggelar puluhan kegiatan edukasi, seminar, dan workshop, yang diikuti ribuan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar SMA, mahasiswa, dosen, hingga masyarakat umum.
Semakin inklusif, BEI juga menjaring kalangan perempuan, utamanya mahasiswa.
Fahmin menilai peluang meningkatnya jumlah investor di Sulsel masih sangat besar dengan melakukan penjaringan lebih masif ke kalangan perempuan.
"Kita tidak membedakan per gender tapi secara kultural, perempuan dianggap memiliki peranan yang paling strategis dalam mengurus keuangan keluarga. Jadi literasi maupun inklusi pasar modal ke para perempuan menjadi penting," katanya.
Fahmin mengatakan kontribusi kalangan perempuan dalam cakupan pasar modal di Sulsel saat ini hanya di kisaran 30-40 persen saja dari total Single Investor Identification (SID) yang terdata.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!