Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trump Ancam Tarif Baru 50 Persen ke Uni Eropa

📅 Sabtu, 24 Mei 2025, 08:35 WIB | Oleh:

"Jika tidak demikian, Apple harus membayar Tarif setidaknya 25% kepada AS."

Trump kemudian meningkatkan ancamannya, dengan mengatakan ia akan menyerang semua telepon pintar yang tidak dibuat di negara tersebut.

"Samsung dan siapa pun yang membuat produk itu juga akan dikenai tarif itu, kalau tidak, itu tidak adil," kata Trump kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa tarif baru itu akan mulai berlaku mulai akhir Juni.

Pasar Khawatir

Trump memberlakukan tarif besar-besaran pada sebagian besar negara di dunia pada apa yang disebutnya "Hari Pembebasan" pada tanggal 2 April, dengan tarif dasar 10 persen ditambah tarif yang lebih tinggi termasuk pungutan sebesar 20 persen pada UE.

Pasar dilanda kekacauan tetapi menjadi tenang setelah ia menghentikan tarif yang lebih besar selama 90 hari. Trump sejak itu mengklaim beberapa keberhasilan awal dalam kesepakatan yang dicapai dengan Inggris dan dengan China, ekonomi terbesar kedua di dunia.

Namun pembicaraan dengan UE gagal membuat banyak kemajuan, dengan Brussels baru-baru ini mengancam akan mengenakan tarif pada barang-barang AS senilai hampir 100 miliar euro ($113 miliar) jika tidak menurunkan bea masuk atas barang-barang Eropa.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kepada Bloomberg Television pada hari Jumat bahwa tarif 10 persen yang lebih rendah "bergantung pada negara-negara atau blok perdagangan yang datang dan bernegosiasi dengan itikad baik."

Indeks utama Wall Street semuanya turun sekitar satu persen dua jam setelah perdagangan dimulai, dengan Nasdaq yang sarat teknologi pada satu tahap kehilangan 1,5 persen sebelum menguat sementara saham Apple anjlok 2,5 persen.

Paris dan Frankfurt berakhir dengan kerugian sekitar 1,5 persen, sementara FTSE 100 London, yang awalnya naik, juga berakhir di zona merah.

"Pemerintah telah mengisyaratkan bahwa mereka mempertimbangkan untuk mengenakan tarif timbal balik pada negara-negara yang tidak bernegosiasi dengan itikad baik," kata ekonom senior Barclays Jonathan Millar kepada AFP.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
BMKG: Gempa M 7,7 di Mindan...

Rupiah Masih Tertekan, 8 Juni 2026

46 menit yang lalu | Rizky

Ekonomi
Rupiah Masih Tertekan, 8 Ju...
Nasional
Gempa M7,7 di Laut Sulawesi...
Daerah
Petugas Rutan-Poso Gagalkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gempa Kuat M7,8 Guncang Selatan Filipina dan Sulawesi Utara, Peringatan Tsunami Dikeluarkan

Gempa Kuat M7,8 Guncang Selatan Filipina dan Sulawesi Utara, Peringatan Tsunami Dikeluarkan

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.