Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sabalenka Berlatih Variasi Permainan demi Gelar Perdana di Prancis Open

📅 Kamis, 22 Mei 2025, 08:45 WIB | Oleh:
Sabalenka Berlatih Variasi Permainan  demi Gelar Perdana di Prancis Open Doc: AFP
Ket. Petenis wanita peringkat satu dunia, Aryna Sabalenka.

BENGALURU – Gaya bermain Aryna Sabalenka selama ini identik dengan kekuatan pukulan luar biasa dan ketangguhan mental, namun demi meraih gelar perdananya di Prancis Open, petenis peringkat satu dunia itu mulai menambahkan variasi dalam permainannya.

Gagal mencetak hattrick juara di Australia Open dan tersingkir lebih awal di turnamen Timur Tengah sempat membuat Sabalenka frustrasi. Namun, itu pula yang membakar semangatnya hingga berhasil melaju ke empat final berturut-turut, termasuk meraih gelar di Miami dan Madrid yang semakin mengukuhkan posisinya di puncak peringkat dunia.

Dengan tambahan trofi dari Brisbane di awal Januari, Sabalenka menjadi petenis paling produktif sejauh ini pada tahun2025, dengan total tiga gelar dan 34 kemenangan—rekor terbaik di tur WTA saat ini.

Namun, untuk menjadi ratu di semua permukaan, seorang petenis harus mampu beradaptasi. Dan di lapangan tanah liat, kekuatan semata tidak cukup. Permainan yang lambat dan berat menuntut kerja keras, ketahanan, serta intuisi tajam dari setiap petenis.

Tahun lalu, Sabalenka terhenti di perempat final Roland Garros akibat sakit. Kini, untuk bisa mengangkat trofi Suzanne Lenglen di depan Menara Eiffel, dia sadar perlu lebih dari sekadar kekuatan pukulan.

Dalam beberapa turnamen terakhir, Sabalenka menunjukkan evolusi. Dia kini menambahkan sentuhan halus ke dalam arsenalnya. Tak hanya mengandalkan pukulan keras, dia juga bermain lebih variatif—menggunakan dropshot cerdik, pergerakan cepat, dan lebih sering maju ke net untuk mengejutkan lawan.

Hasilnya? Lawan dibuat ragu, penonton terhibur, dan kemenangan pun berdatangan. Meski sempat dikalahkan Zheng Qinwen di Roma, Sabalenka mengantongi rekor 12-2 di lapangan tanah liat tahun ini, termasuk gelar ketiganya di Madrid.

“Saya bekerja sangat keras dan berusaha meningkatkan variasi dalam permainan saya. Saya rasa itu kunci terbesar dalam sebagian besar pertandingan saat ini,” ujar Sabalenka usai mengalahkan Coco Gauff di final Madrid Open.

“Saya sangat senang karena kami berhasil meningkatkan semua aspek permainan saya—pergerakan, permainan sentuhan saya kini jauh lebih baik, dan saya lebih percaya diri dengan itu. Saya juga mencoba lebih sering maju ke net, meski belum selalu sukses, tapi saya terus mencoba.”

Namun tak semua berjalan mulus. Sabalenka dikenal emosional di lapangan. Dia bisa tertawa malu-malu saat raketnya terlepas saat reli, tapi juga bisa mendapat peringatan keras karena melampiaskan frustrasi kepada penonton.

Meski demikian, daya tahannya terhadap tekanan menjadikannya berbeda. Sejak 2024, dia mencatatkan sembilan kemenangan di turnamen WTA 1000 setelah kalah set pertama—rekor terbaik di tur.

“Saat ini saya lebih kuat dari sebelumnya, baik secara fisik maupun mental. Permainan saya juga berkembang pesat,” ujarnya di Roma. “Saya benar-benar berharap tahun ini akan menjadi musim tanah liat yang bisa saya banggakan.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.