Kisah ibadah haji: Kasih ibu sepanjang masa, bakti Fatimah seluas samudra
📅 Kamis, 22 Mei 2025, 16:45 WIB | Oleh: SujarMenurut Deka, langkah tersebut sangat penting, terutama bagi jamaah dengan disabilitas mental atau lansia dengan demensia.
Kasus Fatimah-Junaina memang bukan satu-satunya kasus terpisahnya keluarga pada musim haji 2025. Sejak sistem syarikah diberlakukan, puluhan bahkan ratusan jamaah sempat terpisah dari kelompoknya. Tapi kini, satu per satu mereka berhasil dipersatukan kembali. Termasuk rombongan terakhir yang diberangkatkan dari Diyar Taibah, Madinah, dengan 13 bus coaster.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia juga telah bernegosiasi dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, agar di sisa waktu musim haji ini dapat menerapkan aturan penyelenggaraan haji yang lebih lentur dan lebih manusiawi dan mendukung reunifikasi jamaah yang terpisah dengan keluarga dan pendampingnya.
PPIH berharap kebijakan reunifikasi ini juga dapat dilanjutkan saat jamaah berada di Makkah dan bersiap menghadapi puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan napas yang lebih panjang, Fatimah kini tengah menjalani rangkaian ibadah di Makkah bersama ibunya. Ia tahu, perjuangannya belum usai. Tapi satu hal pasti, cinta dan baktinya telah memenangkan kebersamaannya bersama ummi tercinta.
Fatimah berjanji akan makin banyak memanjatkan doa di tempat-tempat mustajab, agar ia dan ibunya menjadi haji yang mabrur, ia tetap menjadi anak yang berbakti dan ibunya diberi kesehatan dan pulang ke Tanah Air dengan selamat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!