Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kisah ibadah haji: Kasih ibu sepanjang masa, bakti Fatimah seluas samudra

📅 Kamis, 22 Mei 2025, 16:45 WIB | Oleh:

Kondisi itu juga menimpa Fatimah Zahro dan Junaina. Fatimah dan suaminya terdaftar dalam satu manifes bus, bus nomor 6. Sedangkan Junaina tercerai dari rombongan, karena namanya tercantum di manifes bus nomor 10. Fatimah bersikeras agar ibunya dapat turut bersamanya, karena ia tahu ibunya yang lansia dan penyandang disabilitas ganda itu tak mungkin terlepas dan tanpa pendampingan darinya.

Akhirnya, demi berjuang agar tidak tercerai dari ibunya, ia memilih keluar dari bus dan tinggal bersama ibunya, sedangkan suaminya tetap melanjutkan pergi ke Makkah, turut bersama rombongannya yang berangkat pada Selasa (20/5) pagi menuju Tanah Suci.

“Saya langsung menolak. Saya tidak bisa tinggalkan ibu,” ujar Fatimah. “Ibu saya tidak bisa melihat. Ia harus ditemani, apalagi ini perjalanan panjang menuju Makkah.”

Sejenak, suasana menjadi genting. Aturan syarikah memang tak mengenal pengecualian. Namun Fatimah teguh untuk tetap bersama ummi tercintanya, dan memilih ditinggal rombongannya ke Makkah.

Petugas layanan lansia dan disabilitas sektor dua Madinah, Siti Maria Ulfa, bergerak cepat membantu Fatimah. Mereka bernegosiasi dengan pihak syarikah, mencabut nama Fatimah dan ibunya dari manifes.

“Saya bahagia sekali. Alhamdulillah, saya tetap bisa mendampingi ibu saya. Ummi tak bisa berjalan jauh, tak bisa melihat dunia. Tapi ia punya semangat luar biasa untuk berhaji. Saya tak akan biarkan ia sendirian,” kata Fatimah menahan air mata.

Siti Maria Ulfa lalu menyusun skema pemberangkatan mandiri untuk Fatimah dan ibunya, satu skema yang sebenarnya tidak ada dalam sistem pemberangkatan jamaah yang akan memulai haji ke Mekkah.

"Saya harus sekuat tenaga membantu mereka. Saya punya ibu, dan saya belum bisa sepenuhnya berbakti padanya. Karena itu saya harus bantu mbak Fatimah dan ibu Junaina," katanya.

Siti Maria lantas mengevakuasi Fatimah dan Junaina ke kantor sektor dua yang berada di Hotel Abraj Tabah Tower Madinah, dan melakukan koordinasi dengan petugas Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja (Daker) Madinah untuk secepatnya membantu memberangkatkan mereka.

Di saat yang sama, ia juga terus menenangkan dan meyakinkan dua perempuan ibu beranak itu dan menjanjikan bahwa pasti mereka akan segera ke Makkah . "Pasti nanti akan diberangkatkan," katanya.

Sebagai petugas haji yang telah disumpah untuk melayani jamaah, Siti Maria merasa harus sepenuh hati membantu Fatimah dan Junaina . "Kita petugas kan sudah berjanji akan melayani jamaah. Jadi itu harus kita kerjakan, bagaimanapun sulitnya kondisi jamaah kita," katanya.

Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND) Deka Kurniawan menyebut apa yang dilakukan petugas haji layanan lansia dan disabilitas Siti Maria Ulfa dan Fatimah Zahro, sebagai teladan kemanusiaan yang tak ternilai.

“Ini bukan soal administrasi. Ini soal hati. Jamaah lansia dan disabilitas bisa mengalami stres berat kalau tidak bersama pendampingnya. Karena itu saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiatif dan keberanian petugas, ” ungkap Deka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.