Berikut 12 Daerah di Sumatera Selatan yang Harus Diwaspadai karena Rawan Kebakaran
📅 Kamis, 22 Mei 2025, 14:06 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
PALEMBANG –Setelah dicermati sedikitnya ada 12 daerah di Sumatera Selatan yang rawan terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, di Palembang, mengatakan terdapat sebanyak 12 daerah di Sumsel yang rawan karhutla.
Dareah tersebut adalah Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasian, Muara Enim, Pematang Abab Lematang Ilir, Lahat, Ogan Komering Ulu Timur, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, OKU, dan OKU Selatan," katanya.
Ia mengatakan proses pengajuan SK penetapan status siaga darurat karhutla di provinsi itu masih menunggu penetapan dua daerah sebagai syarat minimal.
Sementara itu, tiga daerah akan ditetapkan dalam waktu dekat ini yakni Kabupaten Ogan Ilir, Banyuasin dan Musi Banyuasin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kabupaten Ogan Ilir telah melaksanakan apel siaga, karena sudah 3 kejadian karhutla jadi saat ini penetapannya tinggal menunggu tanda tangan bupati saja. Kemudian, Kabupaten Banyuasin dan Musi Banyuasin juga sama, tinggal menunggu tanda tangan kepala daerah.
“Kalau dua daerah sudah menetapkan, baru provinsi bisa menaikkan status," jelas Sudirman.
Meski demikian, sejumlah daerah yang menjadi prioritas adalah wilayah yang memiliki lahan gambut di Sumsel, seperti di Kabupaten OKI, Ogan Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim, dan PALI.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Prioritas kami juga di jalan tol di Ogan Ilir. Jangan sampai karhutla yang terjadi mengganggu lalu lintas. Posko karhutla ada di BPBD Ogan Ilir, mereka juga sudah bekerja sama dengan pihak tol ketika terjadi kebakaran bisa cepat datang ke lokasi untuk pemadaman," ujarnya.
Selain itu, untuk pengajuan operasi modifikasi cuaca (OMC) ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Lingkungan Hidup akan dilakukan pada akhir Juni 2025.
"Lama pelaksanaan OMC akan dilakukan sepekan dan melihat pertumbuhan awan untuk penyemaian," kata Sudirman.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!