Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Karantina Kalsel Tingkatkan Ekspor, Sertifikasi Ribuan Kepiting Bakau Siap Dikirim

📅 Rabu, 21 Mei 2025, 06:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Karantina Kalsel Tingkatkan Ekspor, Sertifikasi Ribuan Kepiting Bakau Siap Dikirim Doc: Antara Foto
Ket. Karantina Kalsel Sertifikasi ini membuka peluang ekspor besar bagi produk unggulan daerah, meningkatkan daya saing dan kualitas kepiting bakau Kalsel di pasar global

Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan sertifikasi terhadap 13.637 kepiting bakau sebelum diekspor melalui Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru menuju ke China.

Kepala Karantina Kalsel Erwin AM Dabuke di Banjarmasin, Selasa, mengatakan belasan ribu ekor kepiting bakau hidup ini memiliki nilai ekonomi mencapai Rp601,3 juta.

“Telah menjalani pemeriksaan sebelum dikirim ke China, melalui petugas di satuan pelayanan di Bandara Syamsudin Noor,” katanya.

Erwin menyebutkan bahwa petugas di satuan pelayanan tersebut memastikan bahwa seluruh kepiting telah memenuhi persyaratan untuk dapat diekspor sehingga diberikan sertifikasi.

"Kepiting harus memiliki berat minimal 150 gram atau lebar karapas 12 sentimeter per ekor,” ucapnya.

Erwin mengungkapkan, karena kepiting ini merupakan hasil tangkapan alam, maka untuk yang sedang dalam kondisi bertelur dilarang untuk diekspor guna menjaga kelestarian populasi di habitat aslinya.

Sebelum diekspor, kata dia, petugas karantina mengambil sampel kepiting bakau guna keperluan uji laboratorium untuk memastikan kepiting yang dikirim bebas dari hama penyakit ikan karantina (HPIK) berupa white spot syndrome virus (WSSV).

Selain itu, pelaku usaha (eksportir) juga diharuskan sudah mengantongi sertifikat cara karantina ikan yang baik (CKIB).

Erwin menuturkan permintaan kepiting bakau dari luar negeri tergolong cukup tinggi, khususnya China. 

"Terbukti adanya pengiriman dari Kalsel ke negara tersebut setiap minggu," katanya.

Menurut dia, daging kepiting bakau yang tebal, manis dan tekstur yang khas membuatnya menjadi menu favorit dalam hidangan perayaan atau jamuan penting masyarakat di China.

“Dengan pengawasan dan pemeriksaan ketat dari Karantina, ekspor kepiting bakau dapat terus meningkat secara berkelanjutan tanpa merusak ekosistem. Selain menguntungkan pelaku usaha perikanan lokal, ekspor ini juga dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen komoditas laut unggulan di pasar global,” ujar Erwin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Para Kader Posyandu Tangera...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.