65 Sekolah Rakyat Siap Beroperasi Tahun Ini, Mensos: Mudah-mudahan Bertambah
📅 Selasa, 20 Mei 2025, 22:10 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: Istimewa
JAKARTA - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan sebanyak 65 sekolah rakyat siap beroperasi pada tahun ini. Adapun daya tampung sekitar 6.800 siswa dari keluarga miskin.
"Jumlah ini bertambah dari sebelumnya 53 titik yang direncanakan dibuka pada tahap awal di bulan Juli mendatang," ujar Mensos, usai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Sarana Prasarana dan Infrastruktur Jaringan Sekolah Rakyat, di Jakarta, Selasa (20/5).
Dia menjelaskan, masih ada sekitar 35 lagi yang sedang didalami. Menurutnya, bila Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan 35 titik tambahan ini layak, maka jumlah siswa yang bersekolah bisa mencapai hingga 10 ribu siswa.
Mensos menerangkan, pihaknya bersama Kementerian PU sedang bekerja keras agar pada Juli 2025 bisa memenuhi target 100 titik. Setiap Sekolah Rakyat ada yang menampung 100 siswa, ada yang masih 50 siswa.
"Mudah-mudahan kita masih bisa menambah lebih dari 65," jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengatakan pemerintah optimistis pada Juli 2025, sekolah rakyat sudah dapat berjalan dengan dukungan seluruh kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah. Menurutnya, program ini juga membutuhkan dukungan dari masyarakat.
"Mari sama-sama kita entaskan kemiskinan yang masih ada dengan cara menyiapkan generasi muda kita untuk mendapatkan pendidikan yang layak," katanya.
Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Prof. Mohammad Nuh merasa bahagia lantaran program sekolah rakyat mendapat dukungan luas. Tak hanya dari kementerian dan lembaga lain tapi juga dari masyarakat luas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menambahkan, ke depan seluruh infrastruktur sekolah rakyat akan berbasis digital, mulai dari sistem manajemen, presensi hingga kurikulum. Dia meyakini semua ini bisa terwujud berkat kerja bersama lintas sektoral.
"Para menteri sudah menyampaikan dukungan dari masing-masing kementeriannya untuk mewujudkan gagasan mulia dari Pak Presiden, yaitu memuliakan kaum yang paling miskin atau dhuafa," ucapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!