Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur: Ada lima program pengembangan pertanian di Papua Barat

📅 Senin, 19 Mei 2025, 16:10 WIB | Oleh:
Gubernur: Ada lima program pengembangan pertanian di Papua Barat Doc: ANTARA/Fransiskus Salu Weking
Ket. Panen padi di Kampung Desay, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, menggunakan mesin moderen.

Manokwari -- Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengatakan ada lima program unggulan yang akan dilaksanakan pemerintah provinsi setempat untuk pengembangan sektor pertanian.

Meliputi, peningkatan infrastruktur pertanian, pendampingan petani, bantuan alat dan mesin pertanian moderen, penguatan kelembagaan petani, dan jaminan akses pasar hasil pertanian.

"Tahun 2025, kami fokus melaksanakan program unggulan yang sudah disusun," kata Dominggus di Manokwari, Senin.

Pemerintah provinsi mengapresiasi dukungan dan komitmen Komando Daerah (Kodam) XVIII/Kasuari dalam mengembangkan sektor pertanian melalui program ketahanan pangan.

Kolaborasi antara jajaran TNI Angkatan Darat dan masyarakat khususnya kelompok tani merupakan contoh nyata dari semangat gotong royong yang menjadi nilai luhur bangsa Indonesia.

"Dengan adanya kerja sama yang baik dari pemerintah, TNI dan masyarakat, maka swasembada pangan di Papua Barat bisa tercapai," kata Dominggus.

Menurut dia, panen raya padi di Kampung Desay, Manokwari, pada 17 Mei 2025 sebagai titik balik optimalisasi potensi pertanian di Papua Barat yang semakin maju, mandiri, dan berkelanjutan.

Pemerintah provinsi hadir membawa solusi atas berbagai masalah yang dihadapi oleh petani, sehingga upaya untuk mewujudkan swasembada pangan dapat terwujud sesuai ekspektasi.

"Saya ajak semua pihak bersama-sama membangun pertanian Papua Barat yang lebih baik lagi di masa mendatang," ucap Dominggus.

Asisten Teritorial Kodam XVIII/Kasuari Kolonel Infanteri Jimmy Rihi Tugu menyebut, perluasan areal persawahan untuk meningkatkan produktivitas telah mencapai 69 hektare dari target 40 ribu hektare.

Kawasan persawahan itu tersebar di tiga kabupaten yaitu Kabupaten Manokwari seluas 30 hektare, Kabupaten Fakfak 17 hektare, dan Kabupaten Teluk Bintuni 22 hektare.

"Target produksi per hektare itu rata-rata empat sampai lima ton gabah kering giling," kata Jimmy.

Meski demikian, kata dia, hasil identifikasi lapangan terdapat sejumlah faktor yang berpotensi menghambat produktivitas padi antara lain, daerah rawa, keasaman tanah, kekurangan alsintan.

"Termasuk juga modal olah lahan, dan butuh normalisasi sungai karena sering terjadi kelebihan debit air di lahan-lahan sawah," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.