Organisasi HAM Internasional Peringatkan Risiko Kematian Pekerja Migran Jelang Piala Dunia 2034 di Arab Saudi
📅 Kamis, 15 Mei 2025, 09:00 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra“Anak saya sekarang berusia 11 dan 13 tahun. Saat suami saya meninggal, mereka masih bayi. Jika kompensasi diberikan segera setelah kematiannya, kami akan sangat terbantu,” ujar seorang istri korban yang tidak disebutkan namanya.
Menanggapi laporan tersebut, FIFA membagikan surat dari Sekretaris Jenderal Mattias Grafstrom kepada HRW. Dalam surat itu, Grafstrom menyebut bahwa Arab Saudi “telah berinvestasi besar dalam pembangunan masyarakat dan ekonominya menggunakan perusahaan internasional.”
Ia juga menyoroti reformasi ketenagakerjaan Arab Saudi sejak 2018, termasuk penghapusan sebagian sistem kafala yang mengikat pekerja pada majikan, serta penerapan kontrak kerja standar.
Pemerintah Arab Saudi, kata Grafstrom, telah berkomitmen bekerja sama dengan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) untuk memperluas dan menjalankan reformasi tersebut secara efektif.
Sebaiknya Anda baca juga:
“FIFA ingin berperan aktif dalam memastikan perlindungan kuat bagi pekerja yang terlibat dalam pembangunan proyek Piala Dunia,” tutup Grafstrom. Pemerintah Arab Saudi sendiri hingga kini belum memberikan tanggapan resmi atas laporan tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!