Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS Sebut Chip Huawei Sebagai Ancaman Keamanan Nasional Global

📅 Kamis, 15 Mei 2025, 00:40 WIB | Oleh: Tim Penulis

Dalam kesepakatan tersebut, tarif Amerika Serikat terhadap barang-barang asal Tiongkok turun dari 145% menjadi 30%, sementara tindakan balasan dari Tiongkok menurun dari 125% menjadi 10%. Beijing juga menghapus beberapa hambatan non-tarif, seperti penghentian ekspor mineral kritis. Pembicaraan masih terus berlangsung, dengan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan bahwa kedua pihak telah sepakat untuk menghindari pemisahan ekonomi (economic decoupling).

Meskipun demikian, AS tetap mempertahankan tarif tambahan sebesar 20% guna menekan masuknya fentanyl ilegal dari Tiongkok. Otoritas AS juga menegaskan akan tetap memberlakukan kontrol ekspor terhadap teknologi-teknologi strategis, meskipun ada pelonggaran terhadap barang-barang lainnya.

Donald Trump memuji hasil pembicaraan ini sebagai sebuah "reset total" dalam hubungan bilateral kedua negara. Namun, pernyataan dari pihak Tiongkok menunjukkan bahwa Beijing masih geram dan menuding AS sebagai pihak yang menerapkan "neraka ekonomi".

Setelah bertemu dengan para pemimpin Amerika Latin di Beijing pada hari Selasa, Presiden Xi Jinping menyatakan, “Tidak ada pemenang dalam perang tarif atau perang dagang.” Ia menambahkan, “Tindakan perundungan dan hegemoni hanya akan mengarah pada isolasi diri,” merujuk secara jelas pada kebijakan Amerika Serikat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Olahraga
Crysencio Summerville
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.