Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Investor Masih Cemaskan Situasi Geopolitik, Intip Proyeksi Rupiah Usai Libur Panjang

📅 Rabu, 14 Mei 2025, 09:40 WIB | Oleh:
Investor Masih Cemaskan Situasi Geopolitik, Intip Proyeksi Rupiah Usai Libur Panjang Doc: istimewa

JAKARTA – Rupiah diperkirakan masih tertekan dan sulit mencapai target pemerintah dalam asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 di level 16.000 rupiah per dollar AS.

Meskipun gencatan tarif antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok menuai respns positif, namun investor masih ragu dengan prospek situasi geopolitik saat ini.

Pengamat Mata Uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi pesimistis rupiah mencapai le vel 16.000 rupiah per dollar AS meski ketegangan perang dagang antara AS dan Tiongkok mereda usai kesepakatan menurunkan tarif selama 90 hari ke depan.

Dia beralasan ketegangan geopolitik juga sampai saat ini belum usai.

Seperti diketahui, dalam perundingan di Jenewa, Swiss, pada 10-11 Mei Lalu, AS sepakat memangkas tarif impor dari Tiongkok menjadi 30 persen dari 145 persen, sementara Tiongkok juga bersedia menurunkan tarif mereka untuk barang-barang impor dari AS menjadi 10 persen dari 125 persen.

Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (14/5), usai libur dan cuti bersama Hari Raya Waisak, bergerak di kisaran 16.450-16.800 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan melemah.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan jelang libur panjang, Jumat (9/5), di Jakarta melemah 18 poin atau 0,11 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.520 rupiah per dollar AS.

“Pelemahan kurs rupiah dipengaruhi tren penguatan dollar Amerika Serikat (AS) pascaperjanjian perdagangan antara AS dengan Inggris,” ujar Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede.

Selain itu, lanjutnya, apresiasi dollar AS juga didukung data US Initial Jobless Claims untuk pekan yang berakhir pada 2 Mei 2025 mengalami penurunan menjadi 228 ribu dari 241 ribu dari minggu sebelumnya, yang mencerminkan pasar tenaga kerja masih relatif ketat.

Melansir Anadolu Agency, Presiden AS Donald Trump mengatakan AS dan Inggris telah mencapai kesepakatan perdagangan.

Kesepakatan tersebut terkait serangkaian perjanjian perdagangan yang telah dinegosiasikan selama pekan pekan terakhir.

n

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.