Desa Martajaya, Ogan Komering Ulu Jadi Kampung Budi Daya Ikan Gabus dan Lele
📅 Rabu, 14 Mei 2025, 13:48 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
BATURAJA - Desa Martajaya, Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi kampung budi daya ikan air tawar jenis gabus dan lele dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Ada dua jenis ikan air tawar yang dibudidayakan oleh kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) Lubuk Raja yaitu lele dan gabus,” kata Bupati OKU Teddy Meilwansyah di Baturaja, Rabu (14/5).
Dia mengatakan, ratusan kolam budi daya ikan air tawar yang dibangun di Desa Marta Jaya ini untuk mewujudkan desa setempat menjadi Kampung Perikanan Ikan Gabus berskala nasional.
Sejauh ini, Pemkab OKU juga memberikan bantuan dua unit alat pembuat pakan ikan untuk menekan biaya operasional para pembudidaya di daerah itu.
Menurut Teddy, keberadaan Kampung Perikanan ini merupakan bukti nyata komitmen Pemkab OKU dalam mendukung program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang digalakkan Pemprov Sumatera Selatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kawasan kampung budi daya demplot ikan gabus bertujuan sebagai opsi bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan tambahan selain berkebun,” kata dia.
Di kawasan kampung budi daya ini juga, lanjut dia, tidak hanya memelihara ikan, namun ada alat untuk pengolahan ikan gabus yang diekstrak menjadi albumin.
“Alat pengolahan daging ikan gabus menjadi abon sehingga memiliki nilai lebih tinggi dan mewujudkan kemandirian pangan juga mengatasi persoalan kemiskinan dan stunting,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara, Ketua Pokdakan Lubuk Raja Agus Sutikno mengatakan bahwa sampai saat ini budi daya ikan di desa setempat masih tetap eksis.
Bahkan, sudah ada yang panen raya dari budi daya ikan lele dari kolam bioflog dengan hasil sekitar 700-800 kilogram.
“Dari hasil panen ikan lele tersebut ada sebagian yang diolah menjadi salai. Selain ikan lele, ada juga budidaya ikan gabus. Para pembudidaya di Desa Martajaya masih melakukan proses pembibitan ikan gabus di kolam tanah,” ujar dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!