Disneyland akan Dibangun di Abu Dhabi, Pertama di Timur Tengah
📅 Minggu, 11 Mei 2025, 10:32 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: Walt Disney Imagineering
JAKARTA - Walt Disney, Rabu (7/5) lalu, mengumumkan rencana membuka taman hiburan di ibu kota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi, bekerja sama dengan pengembang regional Miral Group. Menjadi taman hiburan baru pertamanya di Timur Tengah.
Resor tepi laut yang direncanakan akan berlokasi di Pulau Yas, tujuan wisata populer yang juga menjadi tuan rumah Warner Bros World, SeaWorld, dan Yas Waterworld.
Kota Abu Dhabi memiliki populasi sekitar 2,5 juta jiwa, tetapi Pulau Yas mencatat lebih dari 34 juta kunjungan pada tahun 2023, naik 38 persen dari tahun sebelumnya, menurut Miral.
“Kami selalu tertarik dengan bagian dunia ini – untuk menghadirkan kisah-kisah Disney kami kepada para penggemar baru yang lebih muda,” kata Josh D'Amaro, Ketua Disney Experiences. “Abu Dhabi adalah lokasi yang ideal bagi kami.”
Miral akan membiayai, membangun, dan mengoperasikan resor tersebut. Imagineers milik Disney, yang merupakan otak kreatif dan teknis di balik taman-taman tersebut, akan memimpin desain dan memberikan pengawasan operasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perusahaan hiburan AS tersebut akan memperoleh royalti berdasarkan pendapatan taman, menurut pengajuan peraturan.
Disney tidak akan menyediakan modal untuk taman tersebut tetapi akan memberikan lisensi atas kekayaan intelektualnya dan menerima biaya layanan selain royalti.
Pengumuman itu muncul menjelang kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Arab Saudi, Qatar, dan UEA minggu depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertama di Timur Tengah
CEO Disney, Bob Iger, menyebut resor tersebut “benar-benar Disney dan khas Emirat – sebuah oasis hiburan Disney yang luar biasa yang berada di persimpangan dunia”.
Abu Dhabi, yang terkenal dengan kekayaan minyaknya, tahun lalu mengumumkan rencana untuk menginvestasikan lebih dari US$10 miliar dalam infrastruktur guna mengembangkan industri pariwisatanya. Sementara itu, bandara internasional Dubai bermaksud memperluas kapasitasnya agar dapat menampung 120 juta penumpang setiap tahunnya pada tahun 2026.
UEA telah memanfaatkan maskapai penerbangan jarak jauh seperti Emirates dan Etihad untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan.
Disney dan Miral mengatakan mereka berharap dapat memanfaatkan lalu lintas tahunan gabungan sekitar 120 juta penumpang pesawat yang melewati Abu Dhabi dan Dubai.
Disney belum menetapkan tanggal pembukaan, tetapi D'Amaro mengatakan proyek skala ini dapat memakan waktu satu hingga dua tahun untuk dirancang dan empat hingga enam tahun untuk dibangun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!