Desa Kecil, Cuan Besar! Pandeglang Siap Jadi Sentra Mas Koki Nasional
📅 Sabtu, 10 Mei 2025, 18:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
JAKARTA - Budidaya ikan mas koki dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat, terutama di daerah pedesaan. Budidaya ikan mas koki dapat menjadi salah satu cara untuk memberdayakan ekonomi masyarakat, khususnya di daerah pedesaan.
Budidaya ikan mas koki tidak membutuhkan keterampilan khusus dan dapat dilakukan di lahan yang terbatas, seperti pekarangan rumah. Budidaya ikan mas koki dapat dilakukan di kolam kecil, akuarium, atau bahkan di bak plastik, sehingga cocok untuk masyarakat yang memiliki lahan terbatas.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendukung Desa Kertasana di Kabupaten Pandeglang, Banten menjadi pusat budidaya ikan Mas Koki demi meningkatkan perekonomian di daerah tersebut.
“Kami akan mendukung pengembangan budidaya ikan koki menjadi lebih besar. Supaya kalau orang mencari koki, ya mencarinya di sini," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (10/5).
Dia menyampaikan desa tersebut telah dicanangkan sebagai Desa Ekspor Ikan Mas Koki oleh pemerintah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, budidaya ikan mas koki di Desa Kertasana merupakan potensi yang baik untuk meningkatkan perekonomian daerah.
Untuk itu, kata Trenggono, KKP akan mendukung kegiatan produksi menjadi lebih besar sehingga desa tersebut menjadi unggulan tematik ikan koki secara nasional.
"Jadi memang setiap desa harus memiliki keunggulannya masing-masing. Kalau mau cari koki di sini, kemudian cari patin misalnya, bisa di Lebak,” ujar Trenggono.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut, dia mengatakan pihaknya akan menurunkan tim teknis guna mempelajari apa yang dibutuhkan dalam mendukung dan memperbesar produk unggulan ikan mas koki di Desa Kertasana yang menjadi besutan Kementerian Desa tersebut.
Budidaya ikan koki di Desa Kertasana merupakan hasil kinerja BUM Desa Karya yang dikelola masyarakat di bawah binaan PT. Limas Inti Makmur (LIM). Selain memberikan pelatihan kultur pakan alami dan benih ikan hias, perusahaan itu membeli ikan dari BUMDes.
“Kolaborasi antara Kementerian Kelautan dan Kementerian Desa akan terus kita intensifkan guna mewujudkan desa unggulan perikanan,” terang Trenggono.
Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebutkan perusahaan itu melakukan ekspor ke Jepang, Filipina, Vietnam, Eropa, Australia, Afrika Selatan. Ekspor ikan koki dari Desa Kertasana setiap tahunya mencapai 2,5 juta ekor.
KKP memiliki program pengembangan desa perikanan tematik untuk meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat, terutama di daerah perikanan. Program itu mencakup pengembangan budidaya perikanan air tawar, payau, dan laut yang berbasis kearifan lokal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!