Museum Airlangga, Penjaga Peninggalan Sejarah Kerajaan di Jawa Timur
📅 Jumat, 09 Mei 2025, 07:05 WIB | Oleh: Haryo BronoArca di bagian kanan menyerupai singa dengan kaki depan diangkat, sedangkan yang bagian kiri berupa raksasa/ buto namun wajahnya sudah tidak jelas dengan naga di kakinya. Di Bagian depan terdapat beberapa arca batu berbentuk makara dalam berbagai ukuran yang diletakkan di ruangan terbuka museum yang disekat secara sederhana.

Museum Airlangga Kota Kediri, Jawa Timur.
Makara adalah binatang mitologis yang bentuknya menyerupai ikan namun memiliki belalai, biasanya digunakan untuk menyalurkan air di candi-candi Hindu atau sebagai pancuran. Fungsinya sebagai penjaga gerbang atau simbol kekuatan dan perlindungan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Museum Airlangga menampung, merawat, memelihara, dan menjaga barang arkeologi dan etnografi. Pada Oktober 2024 jumlah koleksi Museum Airlangga mencapai 373 objek yang belum semuanya tuntas dikaji sejarahnya. Koleksinya mencakup berbagai jenis yang dikurasi dari berbagai daerah di Kediri, mulai dari arca, prasasti, dan relief.
Gedung Arkeologi diperuntukkan khusus untuk menaruh benda purbakala jenis artefak atau arca-arca yang jumlahnya mencapai 110 buah. Sedangkan untuk Gedung Etnografi menyimpan banyak koleksi benda kebudayaan seperti, penginangan, piring-piringan, gamelan, senjata, keramik, dan sebagainya.
Beberapa koleksi Gedung Arkeologi adalah arca Budha. Hal ini menguatkan kerajaan-kerajaan tersebut memiliki corak Hindu-Buddha. Dalam pantheon agama Budha dikenal 3 macam Buddha, yaitu manusia Buddha yang Buddha yang menjelma bentuk manusia. Dhyani Buddha yaitu Budha yang bersifat badan halus. Dhyani Bodhisatwa yaitu Buddha sebagai makhluk kayangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Arca buddha di Museum Airlangga ketiga macam Budha tersebut diarcakan sangat sederhana, tanpa memakai perhiasan. Adapun ciri-ciri pokoknya adalah ”Unisha (rambut dan sanggul), urna (bulatan di tengah dahi), telinga panjang serta Mudra yaitu sikap tangan yang membedakan antara arca Buddhis satu dengan lainnya.
Arca Brahma merupakan salah satu dari Dewa Trimurti yang berkedudukan sebagai Dewa Pencipta dalam agama Hindu. Arca ini berkepala empat duduk bersila atau duduk di atas kereta yang ditarik oleh ekor angsa salah satu tangannya memegang aksamala dan tangan lainnya membawa kamandalu.
Secara simbolis empat wajah Brahma melambangkan catur veda samhita, keempat tangannya melambangkan catur krama kamandalu melambangkan alam semesta yang keluar dari air, aksamala menggambarkan siklus waktu dan tujuh angsa sebagai kendaraan melambangkan tujuh loka atau dunia.
Makara ini merupakan kepala gajah yang lengkap dengan belalainya melingkar pada ujungnya. Dari muka kelihatan dua buah gading beruas-ruas mengapit sebuah patung yang menempel pada bagian mukanya. Patung tersebut berwujud setengah manusia setengah binatang dalam keadaan jongkok. Makara ini berfungsi untuk pancuran air suci.
Di Museum Airlangga juga terdapat Arca Perwujudan. Di Jawa Timur, khususnya di kerajaan Majapahit terdapat tradisi untuk mematungkan raja atau ratu yang telah meninggal dalam bentuk Dewa yang dipuja raja atau ratu tersebut selama hidupnya. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!