TP PKK Pekalongan Gencarkan Konsumsi Singkong guna Kurangi Permintaan Beras
📅 Kamis, 08 Mei 2025, 16:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
KOTA PEKALONGAN – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menggencarkan gerakan mengonsumsi singkong sebagai upaya meminimalkan ketergantungan dan permintaan masyarakat kepada makanan berbahan beras.
Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya, Kamis (08/5), mengatakan bahwa pengenalan singkong sebagai bahan makanan pokok ini juga merupakan bagian dari ketahanan pangan.
"Ini bisa jadi salah satu alternatif untuk menggantikan konsumsi karbohidrat selain beras karena kedua bahan makanan itu rasanya hampir sama," katanya.
Menurut dia, dengan adanya teknologi baru sudah ada nasi singkong yang bentuknya mirip beras tetapi berbahan dari singkong.
"Rasanya tak kalah enak dan pulen tetapi cara masaknya beda. Ini bisa jadi salah satu alternatif untuk menggantikan konsumsi karbohidrat selain beras," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan saat ini pemenuhan beras di daerah hanya mencapai 35 persen, kemudian sisanya diperoleh dari luar daerah karena luas lahan pertanian yang cukup terbatas.
"Oleh karena itu, kami terus menggelorakan konsumsi singkong sebagai bahan dasar berbagai makanan olahan yang digemari oleh masyarakat," katanya.
Inggit Soraya berharap upaya menyosialisasikan konsumsi singkong ini menjadi upaya pemerintah daerah mendorong potensi besar dari sektor ketahanan pangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Harapannya masyarakat menerapkan ketahanan pangan dengan mendorong konsumsi singkong dan tidak bergantung pada beras sebagai bahan makanan pokok," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!