Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ngeri! 1,3 Juta Konten Judol Disikat Kemkomdigi Sejak Oktober 2024

📅 Kamis, 08 Mei 2025, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ngeri! 1,3 Juta Konten Judol Disikat Kemkomdigi Sejak Oktober 2024 Doc: Antara
Ket. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid saat memberikan paparan dalam acara Program Mentoring Berbasis Risiko (Promensisko) di Gedung PPATK, Jakarta, Kamis (8/5).

Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan kementerian yang dipimpinnya telah menangani sebanyak 1.335.000 aduan terkait konten judi online (judol) sejak 21 Oktober 2024 hingga awal Mei 2025.

Penanganan konten judi online itu berakhir dengan penutupan akses untuk aduan yang berasal dari situs website, sementara untuk konten yang berada di platform digital seperti media sosial membutuhkan koordinasi dengan penyelenggara layanan terkait.

"Dari kami ditugaskan yaitu 21 Oktober 2024 sampai awal Mei 2025, kami mencatat ada 1.335.000 lebih konten yang di takedown. Di antaranya 1,2 juta lebih konten berasal dari situs judi online. Sementara sisanya 132.000 berasal dari platform media sosial," kata Meutya di Jakarta, Kamis (8/5).

Menurut dia penanganan aduan terkait konten judi online yang bersumber dari situs website relatif lebih mudah ditangani karena Kementerian Komdigi dapat dengan segera menutup akses ke situs website apabila situs terkait terbukti memiliki konten bermuatan judi online.

Meski begitu hal tersebut tidak dapat serta merta langsung dilakukan apabila konten terdapat di platform digital seperti media sosial. Meutya menjelaskan pihaknya melakukan mekanisme berbasis SAMAN (Sistem Kepatuhan Moderasi Konten) dalam menangani konten negatif di platform digital.

Lewat sistem tersebut, Kemkomdigi meneruskan aduan atau temuan terkait konten judi online untuk selanjutnya platform digital melakukan peninjauan dan melakukan pemutusan akses apabila konten tersebut terbukti melanggar.

Sayangnya dalam beberapa kesempatan ada platform digital yang dinilai kurang responsif untuk mengatasi aduan konten judi online tersebut.

Meutya mencontohkan ketika satu bulan SAMAN diterapkan, pada periode Maret-April 2025 ditemukan ada 214 aduan konten judi online yang terbukti melanggar dan baru 198 aduan yang ditindaklanjuti sementara sisa 16 aduan lainnya masih menunggu penyelesaian.

"Sebagai contoh Facebook tercatat sebagai platform dengan jumlah aduan yang belum ditindaklanjuti terbanyak jadi ada delapan aduan yang belum ditindaklanjuti, kemudian Youtube dan X masing-masing juga ada aduan yang belum ditindaklanjuti. Artinya pemerintah komunikasi sudah minta untuk ditangani tapi tidak dilakukan tindakan," katanya.

Walaupun ada platform yang kurang responsif, Meutya tetap mengapresiasi penyelenggara layanan digital lainnya yang sudah responsif dan mengajak agar para platform digital bisa menguatkan kolaborasi dan bersemangat dalam memberantas judi online di Indonesia.

"Jadi saya perlu sampaikan ini semua sebagai tindakan transparansi kepada masyarakat agar platform-platform yang ada ini makin semangat untuk mendukung giat-giat pemerintah melindungi masyarakatnya di ruang digital," kata Meutya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.