- Home
-
- Luar Negeri
-
- Jelang Konklaf, Ratusan Su...
Jelang Konklaf, Ratusan Suster di Roma Berdoa untuk Pemilihan Paus Baru
Rabu, 07 Mei 2025, 09:50 WIBROMA â Kumpulan doa ratusan suster di Roma ini menjadi simbol bahwa transisi kepemimpinan rohani membutuhkan dukungan spiritual kolektif, menegaskan pentingnya kesiapan rohani bagi semua pihak menjelang keputusan besar bagi Gereja Katolik.
Menjelang proses penting pemilihan Paus berikutnya dalam konklaf di Vatikan, ratusan suster Katolik dari berbagai ordo berkumpul di Roma. Pertemuan ini tak hanya untuk berdoa, tetapi juga menjadi pengingat akan krusialnya persiapan diri secara rohani dalam menentukan pemimpin yang akan menuntun jutaan umat.
Sekitar 900 suster dari berbagai belahan dunia, anggota Persatuan Internasional Para Superior Jenderal (UISG), menghadiri majelis pleno di Roma pada Senin (5/5) lalu.
Meski para suster tidak memiliki hak suara dalam konklaf yang akan memilih pengganti Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April lalu, peran mereka melalui doa dianggap sangat vital.
Presiden UISG, Suster Mary Barron, mengajak seluruh kepala biara dan suster di seluruh dunia, yang berjumlah lebih dari 650 ribu, untuk mendoakan para kardinal pemilih. Tujuannya agar keputusan yang diambil benar-benar merefleksikan kehendak ilahi dan meneruskan misi gereja.
"Kami berdoa agar para kardinal diberi hikmat dan dapat mendengar bimbingan Roh Kudus dalam menentukan pemimpin gereja universal," ujar Suster Barron, menekankan bahwa penentuan pemimpin rohani tertinggi adalah proses yang sangat spiritual.
Seorang pengamat Vatikan, Dr. Anna Rossi, menilai bahwa partisipasi spiritual umat, termasuk para suster, sangat bermakna.
"Pemilihan Paus bukan sekadar suksesi kepemimpinan organisasi, tetapi keputusan spiritual yang memengaruhi iman miliaran orang. Doa para suster ini menunjukkan betapa seriusnya umat memandang pentingnya persiapan hati dan pikiran, bahkan bagi mereka yang tidak terlibat langsung dalam pemungutan suara," kata Dr. Anna, menyoroti esensi kesiapan rohani dalam menyambut pemimpin gereja.
Berita Terkait:
-
"Ekonomi Fransiskus" Warisan Tak Ternilai Pope Francis
-
Asap Hitam Kembali Mengepul dari Cerobong di Kapel Sistina
-
Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Tiga Layanan Kesehatan Gratis
-
Asap Hitam Tandai Belum Ada Paus Terpilih pada Hari Pertama Konklaf
-
Apa Alasan Paus Fransiskus Ingin Dimakamkan di Basilika St Maria Maggiore bukan di Vatikan? Begini Ulasannya
-
Pemerintah Lanjutkan Pembangunan Tol Jambi-Sengat
-
Ratusan Ribu Anak Muda Padati Roma, Sambut Paus Leo dalam Perayaan Iman Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.