Apa Alasan Paus Fransiskus Ingin Dimakamkan di Basilika St Maria Maggiore bukan di Vatikan? Begini Ulasannya

Jumat, 25 Apr 2025, 11:06 WIB

JAKARTA-Paus Fransiskus melalui surat wasiatnya menuliskan bahwa dirinya ingin dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore di Roma, bukan di Basilika St. Petrus yang terletak di Vatikan seperti kebanyakan pendahulunya. Lantas, apa keistimewaan Basilika ini bagi Pope Francis?

Paus Fransiskus, yang meninggal pada 21 April 2025 adalah paus yang ke 266 di dalam sejarah Gereja Katolik Roma. Sebelum meninggal meminta agar dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore, di Roma, Italia. Pertanyaannya adalah siapa saja Paus yang dimakamkan di Basilica Santa Maria Maggiore? Mengapa Fransiskus tidak dimakamkan di Basilica Santo Petrus, Vatican, mengikuti para pendahulunya, misalnya Paus Benediktus XVI dan Yohanes Paulus II? 

Ket. Foto: Keinginan Paus Fransiskus dimakamkan di basilika St. Maria Maggiore simbol bahwa dia ingin memisahkan antara Gereja Imperial ala konstantinus menuju Gereja Rakyat. Ini konsisten dengan sikapnya bahwa gereja lebih sebagai "rumah" bagi orang miskin — Sumber: istimewa

Licentiat Sejarah Gereja Universitas Gregoriana Roma, Romo Faris Jebada, OFM mengulas keistimewaaan Basilika Santa Maria Maggiore di Roma, Italia.

Sebagaimana kita tahu bahwa tidak semua Paus memilih tinggal di Vatikan untuk memimpin Gereja Katolik Roma. Sebelum tinggal di Vatican, para paus tinggal di Palazzo Lateranense, sebuat tempat tinggal Paus di samping Basilika Santo Yohanes Lateran, Roma. Atau juga di Palazzo Quirinale, sebuah tempat tinggal paus yang lain di Roma. "Akan tetapi, selain di tiga tempat ini yang terletak di dalam kota Roma, para paus juga pernah memerintah Gereja Katolik dari beberapa kota di Italia, seperti di Viterbo, Orvieto, Anagni, dan Perugia. Selain itu, dalam jangka waktu yang lama Para Paus berada di Perancis, tepatnya di kota Avignone,"ulas Romo Faris dari Roma, Italia pada Koran Jakarta, Jumat (25/4)

Karena Paus pernah tinggal dan memerintah dari kota-kota ini, maka di dalam beberapa kasus setelah kematiannya di sana, mereka juga umumnya dimakamkan di kota-kota tersebut, misalnya, Paus Benediktus ke XII (1334-1342) dan Yohanes ke XXII (1316-1334) dikuburkan di Avignon. Selain itu, beberapa Paus juga dikuburkan di beberapa kota di Italia, misalnya, Paus Celestinus V (1294) di kota Aquila; Paus Gregorius X (1271-1276) di Arezzo; Paus Gregorius VII (1073-1085) di kota Salerno.

Secara umum para paus dikuburkan di empat Basilika Utama Kepausan di Kota Roma: Basilika Santo Petrus Vatican, Basilika Santo Yohanes Lateran, Basilika Santa Maria Maggiore, dan Basilika Santo Paulus. Dan dari keempat basilika ini, kuburan paus yang terbanyak ada di Basilika Santo Petrus Vatikan di mana sampai saat ini dapat diakses dan dikunjungi oleh para peziarah. 

Selain itu lanjutnya, beberapa Gereja lain yang ada di kota Roma juga dijadikan tempat dikuburkannya para paus. Misalnya, Paus Gregorius XV (1621-1623) dikuburkan gereja Santo Ignasius Loyola, atau Paus Innosensius X (1644-1655) dikuburkan di gereja Santa Agnes.

Berdasarkan telegram dari otoritas Vatikan, pada 22 april 2025, Paus akan dimakamkan di Basilika Kepausan Santa Maria Maggiore, Roma, pada 26 April 2025. Keputusan ini berdasarkan wasiat dari sang mendiang paus karena rasa hormat dan devosinya yang mendalam akan ikon Bunda Salus Populi Romani yang ada di basilika tersebut. 

Mengutup situ resminya (basilicasantamariamaggiore.va), Basilika Santa Maria Maggiore yang terletak di puncak Bukit Esquiline merupakan ikon Kota Roma selama lebih dari 1.600 tahun. Tempat ini jadi salah satu dari empat Basilika Kepausan terpenting di Roma dan dikenal sebagai tempat suci bagi Maria serta pusat kelahiran seni Kristen. Yang menariknya lagi, Basilika ini menyimpan ikon Maria paling sakral di Roma, Salus Populi Romani, yang diyakini berasal dari Santo Lukas. 

Tercatat, sudah ada tujuh Paus yang dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore. Mulai dari Paus Honorius III (pontifikat: 1216-1227), Paus Nikolas IV (1288-1292), Paus Pius V (1566-1572), Paus Sixtus V (1585-1590), Paus Klemens VIII (1592-1605), Paus Paulus V (1605-1621), dan Paus Klemens IX (1667-1669).

"Jadi Paus Fransiskus bukanlah Paus pertama yang dimakamkan di Basilika ini,"ucap Romo Faris yang juga alumni SMAK St Ignatius Loyola, Labuan Bajo, Flores dan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkarya Jakarta itu.

Romo Faris melihat bahwa alasan Pope Francis dimakamkan di Basilika Kepausan Santa Maria Maggior pertama, karena dia berdevosi kepada bunda Maria di basilika ini. "Biasanya, sebelum dan sesudah perjalanan apostoliknya paus selalu datang ke sana untuk berdoa memohon kelancaran perjalanannya dan juga terutama juga perdamaian dunia,"tuturnya.

Alasan berikutnya, dalam sejarahnya dari keempat basilika besar ini, hanya basilika Santa Maria Maggiore yang dibangun oleh gereja dan orang orang roma (rakyat biasa). Sementara tiga basilika lainnya dibangun oleh kaisar konstantinus (kaisar Romawi) yang memerintah pada tahun 306-337 Masehi.

"Nah, ini adalah simbol dari beliau bahwa dia ingin memisahkan antara Gereja Imperial ala konstantinus menuju Gereja Rakyat yang disimbolkan oleh Gereja Santa Maria Maggiore. Ini konsisten dengan sikapnya yang melihat bahwa gereja lebih sebagai gereja bagi orang orang miskin dan sederhana,"ungkapnya lagi 

Surat Wasiat Paus

Paus Fransiskus, dalam surat wasiatnya, mengatakan bahwa ia ingin dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore di Roma, Italia—berbeda dengan kebanyakan pendahulunya yang dimakamkan di bawah Basilika Santo Petrus di Vatikan.

Dalam wasiat rohani tertanggal 29 Juni 2022, Fransiskus menyatakan keinginannya agar dimakamkan di sebuah makam sederhana tanpa ornamen khusus, melainkan hanya bertuliskan “Franciscus”, nama yang ia pilih selama kepausannya untuk menghormati Santo Fransiskus dari Asisi.

“Sepanjang hidup saya, dan selama pelayanan saya sebagai seorang imam dan uskup, saya selalu mempercayakan diri saya kepada Bunda Tuhan kita, Perawan Maria yang Terberkati. Karena alasan ini, saya meminta agar jenazah saya bisa beristirahat—menunggu hari Kebangkitan—di Basilika Kepausan Santa Maria Maggiore,” tulis Paus Fransiskus dalam surat wasiatnya yang diterbitkan Vatikan pada Senin (21/4).

Dalam wasiat tersebut, Fransiskus menjelaskan kedekatannya dengan tempat suci Maria yang sangat kuno itu, yang ia selalu kunjungi untuk berdoa sebelum dan sesudah perjalanan Apostolik (kerasulan) yang dilakukannya selama 12 tahun masa kepausannya.

“Dengan penuh keyakinan mempercayakan niat saya kepada Bunda yang Tak Bernoda, dan bersyukur atas penyertaannya yang lembut dan keibuan,” tulis Fransiskus, yang diketahui terakhir kali berkunjung ke gereja itu pada 12 April lalu.

Paus Fransiskus berharap untuk dimakamkan di dalam tanah, dan ditempatkan di lorong sebelah Kapel Pauline, tempat ikon Maria yang sangat dihormati—Salus Populi Romani—berada.

Dalam surat wasiat itu pula, Paus menyebut biaya persiapan pemakamannya akan disediakan oleh seorang dermawan yang telah diatur untuk ditransfer ke Basilika Santa Maria Maggiore, sesuai instruksinya kepada Kardinal Rolandas Makrickas, Komisaris Luar Biasa Basilika Liberia.

“Semoga Tuhan memberikan pahala yang pantas kepada semua orang yang telah mencintai saya dan yang terus berdoa untuk saya. Penderitaan yang menandai bagian akhir hidup saya, saya persembahkan kepada Tuhan, demi perdamaian di dunia dan demi persaudaraan di antara manusia,” tulis Paus Fransiskus menutup wasiat rohaninya.

Paus Fransiskus wafat dalam usia 88 tahun di kediamannya di Vatikan, pada Senin pagi waktu setempat. Menurut keterangan dokter Vatikan, pemimpin tertinggi Gereja Katolik itu meninggal dunia karena stroke yang diikuti koma dan gagal jantung. Pope Francis akan dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore di Roma, Italia Sabtu (26/4).

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.